Malang – Memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah menyelesaikan aktivitas atau melewati hari yang melelahkan kini menjadi kebiasaan yang cukup dekat dengan kehidupan anak muda. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah self reward.
Secara sederhana, self reward merupakan bentuk apresiasi yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri setelah melakukan sesuatu. Bentuknya tidak selalu berupa barang atau sesuatu yang mahal. Mengambil waktu untuk beristirahat, menikmati makanan favorit, atau melakukan aktivitas yang disukai juga dapat menjadi bentuk self reward.
Kebiasaan ini semakin populer di kalangan anak muda seiring dengan padatnya aktivitas sehari-hari. Rutinitas perkuliahan, pekerjaan, organisasi, hingga berbagai kegiatan lainnya membuat mereka membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dari kesibukan.
Self reward kemudian menjadi salah satu cara untuk memberikan jeda sekaligus menikmati hasil dari usaha yang telah dilakukan. Bukan hanya tentang mendapatkan sesuatu, tetapi juga memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk bersantai dan melakukan hal yang menyenangkan.
Shela (22), mahasiswi di Malang, mengaku sesekali melakukan self reward setelah menyelesaikan tugas atau menjalani aktivitas yang cukup padat. Menurutnya, bentuk apresiasi tersebut tidak harus sesuatu yang besar.
“Biasanya kalau tugas sudah selesai atau aktivitas lagi padat, aku suka kasih waktu buat diri sendiri. Kadang ngopi santai, makan makanan yang aku suka, atau nonton film,” kata Shela.
Menurut Shela, kegiatan sederhana seperti itu cukup membuat dirinya merasa lebih rileks. Ia juga tidak menganggap self reward harus selalu dilakukan dengan membeli sesuatu.
“Menurutku lebih ke menikmati waktu sendiri. Kalau lagi capek, kadang memang butuh istirahat dan melakukan sesuatu yang kita suka supaya setelahnya bisa lebih semangat lagi,” ujarnya.

Bentuk self reward sendiri dapat dilakukan mulai dari hal-hal kecil. Ngopi sendirian di kafe, membeli makanan favorit, membeli sesuatu yang diinginkan, membaca buku, mendengarkan musik, menonton film sambil menikmati popcorn atau camilan, hingga meluangkan waktu tanpa pekerjaan bisa menjadi pilihan.
Ada pula bentuk self reward yang membutuhkan persiapan dan biaya lebih besar. Misalnya membeli barang yang sudah lama diinginkan, mencoba restoran tertentu, melakukan perjalanan singkat, mengikuti hobi, atau mengambil waktu untuk staycation.
Besarnya self reward tidak menjadi ukuran utama. Hal yang lebih penting adalah kesempatan untuk mengapresiasi diri setelah menjalani rutinitas atau mencapai sesuatu yang dianggap berarti.
Kebiasaan tersebut juga membuat self reward tidak selalu identik dengan aktivitas konsumtif. Seseorang bisa memilih menghabiskan waktu sendirian di rumah, menonton film favorit, tidur lebih awal, atau sekadar menikmati suasana tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
Meski begitu, pemberian hadiah kepada diri sendiri tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Terutama jika self reward dilakukan dengan berbelanja atau mengeluarkan uang, frekuensinya perlu diperhatikan agar tidak justru menjadi beban keuangan.
Pada akhirnya, self reward menjadi salah satu cara anak muda memberikan ruang bagi diri sendiri di tengah rutinitas. Dari secangkir kopi yang dinikmati sendirian hingga perjalanan yang sudah lama direncanakan, bentuknya dapat berbeda-beda sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Bukan tentang seberapa mahal hadiahnya, melainkan tentang memberikan waktu untuk berhenti sejenak, menikmati sesuatu yang disukai, dan menghargai diri sendiri setelah melewati berbagai aktivitas.
