MALANG, GELORANEWS — Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Senin, 28 September 2026. Aksi tersebut berkaitan dengan rencana operasional Trans Jatim Koridor II serta tuntutan agar sopir angkot dilibatkan secara adil dan transparan dalam program transportasi pemerintah.
Aksi yang digelar sejak Senin pagi itu sempat menyebabkan sebagian ruas Jalan Raden Intan, Kota Malang, menuju Terminal Arjosari ditutup oleh kendaraan angkot yang digunakan massa untuk melakukan aksi. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di kawasan sekitar lokasi mengalami kemacetan.
Puluhan personel Polresta Malang Kota kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 10.32 WIB. Petugas melakukan dialog dengan para sopir dan meminta kendaraan yang digunakan dalam aksi tidak menghalangi arus lalu lintas.
Setelah dilakukan dialog, sejumlah sopir kemudian memindahkan kendaraannya ke sisi jalan sehingga akses Jalan Raden Intan kembali dapat dilalui. Meski demikian, aksi massa masih berlangsung di sekitar Kantor Dishub Kota Malang.
Berdasarkan laporan di lokasi, para sopir membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya meminta agar komitmen yang sebelumnya disepakati sebelum pelaksanaan Trans Jatim Koridor II dipenuhi. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap operasional Trans Jatim Koridor I yang telah berjalan di wilayah Malang Raya.
Persoalan Trans Jatim Koridor II pengoperasian Trans Jatim Koridor II rencana menjadi salah satu persoalan yang telah mendapat perhatian dari kalangan sopir angkot dalam beberapa bulan terakhir.
Dinas Perhubungan Jawa Timur sebelumnya memastikan Trans Jatim Koridor II Malang Raya akan beroperasi pada Oktober 2026. Rute yang telah ditetapkan dimulai dari Terminal Arjosari, kemudian melintasi kawasan Jalan Sulfat dan berlanjut menuju Terminal Hamid Rusdi sebelum masuk ke wilayah Kabupaten Malang hingga Terminal Talangagung.
Jadwal operasional tersebut kemudian mengalami perubahan. Berdasarkan informasi yang disampaikan Dishub Jatim pada akhir September 2026, peluncuran Koridor II diperkirakan berlangsung pada 28 atau 29 Oktober 2026, setelah sebelumnya direncanakan pada 12 Oktober.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono menyatakan persoalan terkait sopir angkot telah dibahas bersama. Pada awal September 2026, ia mengatakan para sopir angkot telah menerima dan mendukung rencana operasional Koridor II setelah dilakukan pembahasan bersama.
Namun, aksi pada Senin, 28 September 2026 menunjukkan bahwa persoalan di tingkat lapangan masih menjadi perhatian sebagian sopir angkot.
Sebelumnya, Aliansi Sopir Angkot Malang (ASAM) juga telah menyampaikan keberatan terhadap rencana operasional Trans Jatim Koridor II, terutama apabila rutenya bersinggungan dengan jalur angkot yang sudah beroperasi.

Sopir Minta Pelibatan dalam Program Transportasi selain persoalan Trans Jatim, aspirasi mengenai keterlibatan sopir angkot dalam program transportasi pemerintah juga telah disampaikan sebelumnya.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra pada Juni 2026 menyebut para sopir angkot menginginkan keterlibatan yang lebih besar, termasuk dalam skema angkot sebagai feeder Trans Jatim dan program angkutan pelajar.
Dishub Jawa Timur sendiri pada September 2026 menyampaikan rencana penyediaan 12 kendaraan feeder di Kota Malang sebagai bagian dari sarana pendukung operasional Trans Jatim Koridor II.
Hingga berita ini ditulis pada Senin, 28 September 2026, aksi sopir angkot masih berlangsung. Sejumlah massa diketahui tetap berkumpul di sekitar Kantor Dishub Kota Malang, sementara sebagian lainnya bergerak menuju Balai Kota Malang.
GeloraNews akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan resmi terbaru dari Pemerintah Kota Malang, Dishub Kota Malang, Dishub Jawa Timur, kepolisian, maupun perwakilan sopir angkot terkait hasil aksi tersebut.
