MALANG – Kuliner dengan menu aneka lalapan dan sambal masih menjadi pilihan banyak masyarakat, termasuk mahasiswa di Kota Malang. Salah satu tempat makan yang menawarkan konsep tersebut yakni Ayam Jotos yang berada di kawasan Polowijen, Kota Malang.
Ayam Jotos telah berdiri sejak 2017. Memasuki usia hampir satu dekade, kuliner tersebut masih bertahan dengan menawarkan beragam menu makanan dengan harga yang relatif terjangkau.
Pemilik Ayam Jotos, Lina Noviya, mengatakan usaha kuliner yang dikelolanya bersama sang suami tersebut telah melewati berbagai tantangan sejak pertama kali berdiri.

Salah satunya ketika Ayam Jotos sempat membuka cabang di kawasan Tlogomas, tepatnya di depan Hotel Fave. Namun, outlet tersebut akhirnya harus berhenti beroperasi akibat dampak pandemi COVID-19.
Meski demikian, Ayam Jotos tetap mempertahankan outlet yang berada di kawasan Polowijen, Kota Malang. Lokasinya berada di sekitar kawasan Pengadilan Negeri Kota Malang.
Bagi sebagian pelanggan, lokasi Ayam Jotos sekilas terlihat seperti berada di tempat yang tersembunyi atau hidden gem. Namun, akses menuju lokasi sebenarnya cukup mudah karena berada di kawasan yang mudah dikenali, yakni dari arah depan Pengadilan Negeri Kota Malang.

Keberadaan Ayam Jotos di kawasan tersebut juga membuat kuliner ini cukup banyak dikunjungi mahasiswa. Selain lokasinya yang relatif mudah dijangkau, harga makanan yang ditawarkan menjadi salah satu daya tarik.
Menu yang tersedia juga cukup beragam. Mulai dari ayam goreng, ayam crispy, ayam geprek, nasi paru, jamur, mie jotos, ayam kremes hingga berbagai pilihan menu lainnya.
Salah satu yang menjadi ciri khas Ayam Jotos adalah pilihan sambalnya. Pelanggan dapat memilih sambal sesuai selera, mulai dari sambal bawang, sambal kemangi hingga sambal jotos yang menjadi menu andalan.
Konsep makanan sederhana dengan pilihan lauk dan sambal tersebut membuat pelanggan dapat menikmati menu sesuai selera tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Lina mengatakan perjalanan Ayam Jotos yang telah mendekati usia 10 tahun menjadi momentum tersendiri bagi dirinya dan suami untuk melakukan pembaruan.

Menariknya, pada perayaan anniversary ke-10 mendatang, Ayam Jotos disebut akan menghadirkan konsep yang berbeda. Tunggu saja tanggal mainya ujar Lina
Lina bersama suaminya Handik Ali Rohman yang berprofesi sebagai advokat berharap Ayam Jotos dapat terus berkembang dan mempertahankan kualitas makanan serta pelayanan kepada pelanggan.
Bagi pencinta kuliner lalapan, terutama mereka yang menyukai menu ayam dengan beragam pilihan sambal, Ayam Jotos bisa menjadi salah satu pilihan kuliner di Kota Malang.

Dengan usia usaha yang hampir mencapai 10 tahun, Ayam Jotos menjadi salah satu cerita kuliner yang mampu bertahan melewati perubahan kondisi, termasuk masa pandemi COVID-19 yang sebelumnya membuat salah satu outletnya di Tlogomas harus berhenti beroperasi.
Kini, Ayam Jotos di Polowijen tetap melayani pelanggan dengan beragam menu lalapan, lauk, mie hingga pilihan sambal yang menjadi bagian dari identitas kuliner tersebut.
Klik disini untuk lebih lengkapnya
GeloraNews | Malang, 11 September 2026
