MALANG, GELORANEWS — Malang kembali menghadapi kemarau yang terasa panjang. Memasuki 15 September 2026, hujan belum turun secara merata di sejumlah wilayah Malang Raya. Kondisi ini mulai berdampak pada ketersediaan air bersih, terutama di sejumlah wilayah Kabupaten Malang yang mengalami kekeringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau. Dalam prakiraan cuaca terbaru, kondisi El Nino yang sangat kuat turut menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah wilayah mengalami kondisi lebih kering.
BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 mencapai sekitar 2,76 derajat Celsius pada dasarian pertama September 2026. Fenomena El Nino tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena El Nino dapat mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dan meningkatkan risiko kekeringan.
Untuk wilayah Malang Raya, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober-November 2026. Artinya, masyarakat di sejumlah wilayah masih perlu bersiap menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi kering.
Dampak kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Malang. Sejumlah wilayah mengalami penurunan ketersediaan air sehingga pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan pendistribusian air bersih.
BPBD Kabupaten Malang juga melakukan penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air. Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
Salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian adalah Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Di kawasan tersebut, pasokan air bersih disalurkan untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan sumber air.
Selain faktor El Nino, panjang pendeknya musim kemarau juga dipengaruhi dinamika atmosfer dan kondisi iklim regional. Karena itu, tidak semua wilayah Malang mengalami kondisi yang sama. Ada wilayah yang masih mendapatkan hujan lokal, sementara daerah lainnya tetap kering.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi cuaca dan iklim resmi serta menggunakan air secara bijak selama periode kemarau.
Kepala BMKG sebelumnya mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak El Nino terhadap kondisi kekeringan dan ketersediaan air. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat langkah mitigasi, terutama di wilayah yang memiliki potensi kekeringan tinggi.
Pertanyaannya, kapan hujan akan kembali mengguyur Malang?
Hingga Selasa, 15 September 2026, belum ada kepastian bahwa seluruh wilayah Malang Raya akan segera memasuki musim hujan secara bersamaan. Perubahan musim sangat bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer yang terus dipantau BMKG.
Masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan diimbau tidak menunggu sampai sumber air benar-benar habis. Penghematan penggunaan air dan penyediaan cadangan air menjadi langkah penting untuk menghadapi kemungkinan kemarau yang masih berlangsung.
Dengan kondisi El Nino yang kuat dan musim kemarau yang masih berlangsung, kekeringan di sejumlah wilayah Malang perlu mendapat perhatian bersama. Pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus melakukan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.
Malang, 15 September 2026
