Surabaya, 4 Agustus 2026 – Proses pencarian korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Madura masih terus dilakukan hingga Selasa (4/8/2026). Berdasarkan data terbaru dari tim pencarian dan pertolongan, insiden tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara 41 penumpang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 225 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kapal yang melayani rute Surabaya, Jawa Timur–Makassar, Sulawesi Selatan itu dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 WIB. Api dengan cepat membesar hingga melalap sebagian besar badan kapal, memaksa sejumlah penumpang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan datang.
Operasi pencarian melibatkan tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), unsur TNI AL, Polairud, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR terus menyisir area perairan sekitar lokasi kebakaran guna menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Hingga berita ini ditulis, identitas lima korban meninggal dunia belum diumumkan secara lengkap oleh pihak berwenang. Otoritas menyatakan proses identifikasi masih berlangsung dan informasi akan disampaikan kepada publik setelah dipastikan kebenarannya.

Mengenai penyebab kebakaran, pihak Basarnas menyatakan penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada kesimpulan resmi apakah kebakaran dipicu oleh gangguan mesin, instalasi listrik, muatan kendaraan, atau faktor lainnya. Tim investigasi dari instansi terkait masih melakukan pemeriksaan terhadap bangkai kapal dan mengumpulkan keterangan dari awak maupun penumpang yang selamat.
Seorang pejabat Basarnas dalam keterangannya menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan memastikan seluruh penumpang yang berada dalam manifes dapat ditemukan.
“Prioritas kami adalah operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seluruh korban yang masih belum ditemukan. Penyebab kebakaran akan diselidiki setelah operasi SAR memungkinkan,” demikian keterangan Basarnas.
Terkait kerugian materiil, hingga Selasa (4/8/2026) belum ada angka resmi yang diumumkan oleh operator kapal maupun pemerintah. Besaran kerugian masih dalam proses pendataan karena kapal mengalami kerusakan berat akibat kebakaran, sementara investigasi juga masih berlangsung.
Pemerintah mengimbau keluarga penumpang untuk tetap tenang dan memperoleh informasi melalui posko resmi yang telah dibentuk di Surabaya maupun Makassar. Proses pencarian akan terus dilakukan selama masih terdapat peluang menemukan korban.
