Malang – Kebiasaan duduk dalam waktu yang lama semakin umum terjadi, terutama di kalangan pekerja kantoran dan pelajar. Meski terlihat sepele, terlalu lama berada dalam posisi duduk tanpa diselingi aktivitas fisik dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan.Kurangnya pergerakan dalam waktu yang panjang dapat menyebabkan otot menjadi kaku, nyeri pada leher dan punggung, serta memperlambat sirkulasi darah. Dalam jangka panjang, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme.Selain memengaruhi kesehatan fisik, duduk terlalu lama juga dapat menurunkan produktivitas. Sejumlah orang mengeluhkan tubuh lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami ketegangan pada area bahu dan pinggang setelah berjam-jam bekerja di depan komputer.Untuk mengurangi dampak tersebut, masyarakat dianjurkan menyempatkan diri berdiri atau berjalan ringan setiap 30 hingga 60 menit. Peregangan sederhana pada leher, bahu, punggung, dan kaki juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot akibat posisi duduk yang terlalu lama.Penggunaan meja kerja yang ergonomis, posisi duduk yang benar, serta rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu juga menjadi langkah penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menaiki tangga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.Meningkatnya kesadaran untuk tetap aktif bergerak di tengah rutinitas harian diharapkan dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Perubahan sederhana, seperti lebih sering berdiri dan berjalan, dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
