Purwokerto, Selasa, 28 Juli 2026 – Insiden ambruknya tribun VIP pada ajang Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/7/2026) itu mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ambruknya konstruksi tribun tersebut.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi mengatakan penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang, mulai dari panitia penyelenggara, pihak keamanan, hingga pihak-pihak yang mengetahui langsung pelaksanaan kegiatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap apakah terdapat unsur kelalaian dalam pembangunan maupun penggunaan tribun nonpermanen tersebut.
“Kami telah memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan, termasuk pihak yang bertanggung jawab terhadap fasilitas tribun dan pengamanannya. Penyelidikan masih terus berlangsung,” ujar Kombes Petrus Silalahi, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan keterangan panitia, tribun ambruk setelah rangkaian seremoni penutupan dan pembagian hadiah selesai dilaksanakan. Saat itu, banyak penonton masih berada di area tribun VIP sehingga struktur tribun tidak mampu menahan beban dan akhirnya roboh.
Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest, Yoshua Ernest Yonathan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban dan keluarga atas insiden tersebut. Ia menegaskan panitia bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis, pendampingan, serta bantuan yang diperlukan,” kata Yoshua dalam konferensi pers di Purwokerto, Senin (27/7/2026).
Yoshua juga menegaskan bahwa penyebab ambruknya tribun masih menunggu hasil investigasi aparat kepolisian. Menurutnya, panitia akan bersikap kooperatif dan membuka seluruh data yang diperlukan selama proses penyelidikan berlangsung.
Selain mendukung investigasi, panitia memastikan seluruh biaya pengobatan korban, mulai dari pemeriksaan medis, rawat inap, operasi hingga kebutuhan perawatan lainnya, menjadi tanggung jawab penyelenggara sehingga tidak dibebankan kepada para korban.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab ambruknya tribun sebelum hasil investigasi resmi diumumkan. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pertanggungjawaban hukum dari pihak-pihak terkait.
Hingga Selasa, 28 Juli 2026, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi menyatakan akan menyampaikan perkembangan perkara secara berkala setelah seluruh pemeriksaan saksi, analisis konstruksi, serta hasil investigasi teknis selesai dilakukan.












