Kabar terbaru datang dari operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Hingga Selasa, 22 September 2026, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan. Dalam perkembangan terbaru, tiga jasad kembali ditemukan dari badan kapal yang berada di dasar laut.
Tiga jasad tersebut ditemukan oleh tim penyelam gabungan dari Basarnas Special Group atau BSG, TNI Angkatan Laut, dan PT Jasalindo. Setelah berhasil dievakuasi, ketiga korban dibawa menggunakan KN SAR Pacitan untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Identitas serta jenis kelamin korban masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim terkait.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, membenarkan penemuan tiga jasad tersebut. “Benar ada tiga jasad berhasil ditemukan tim penyelam gabungan. Untuk jenis kelamin menunggu proses identifikasi,” ujar I Putu Sudayana, Selasa, 22 September 2026.
Dengan ditemukannya tiga korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 kini tercatat sebanyak 18 orang. Sementara itu, sebanyak 108 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, berdasarkan data terbaru operasi SAR, masih terdapat 117 orang yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Dalam operasi pencarian hari ini, KRI Nala dari TNI Angkatan Laut turut bergabung dengan membawa 22 penyelam. Dengan tambahan tersebut, total 34 penyelam dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kapal. Para penyelam diturunkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi arus bawah laut dan gelombang di sekitar lokasi.
Kondisi bawah laut menjadi salah satu tantangan bagi tim SAR. Arus yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tim memanfaatkan waktu ketika arus mulai lebih tenang dan gelombang mengecil untuk melakukan penyelaman dan pemeriksaan di sekitar badan kapal.
I Putu Sudayana mengatakan kondisi arus menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan sebelum penyelam melakukan pencarian. “Saat arus bawah laut teduh, gelombang mulai kecil, waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam untuk segera melaksanakan penyelaman,” katanya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut kemudian mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu dini hari, 13 September 2026. Kapal kini berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 29 meter dan dalam kondisi miring.
Posisi kapal dan kondisi lingkungan bawah laut membuat proses pencarian harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan para penyelam. Tim SAR tidak hanya melakukan pencarian di sekitar kapal, tetapi juga berupaya memeriksa bagian-bagian tertentu dari badan kapal yang memungkinkan untuk dimasuki.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih dalam proses investigasi. Pihak berwenang masih mengumpulkan berbagai data dan informasi untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian hingga kapal tersebut tenggelam. Karena itu, informasi mengenai penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.
Hingga Selasa, 22 September 2026, operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta keselamatan personel di lapangan.
GeloraNews akan terus memantau perkembangan operasi pencarian KM Virgo Transport 8 dan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan keterangan resmi dari Basarnas maupun pihak berwenang lainnya.
GeloraNews, Selasa, 22 September 2026.
