Home / berita populer / Otomotif / Siap-siap Era EV, Hyundai Lirik Industri Daur Ulang Baterai di Indonesia

Siap-siap Era EV, Hyundai Lirik Industri Daur Ulang Baterai di Indonesia

Hyundai Motor Asia-Pacific tertarik membawa program Extended Producer Responsibility (EPR) ke Indonesia. Fokus utamanya adalah mengembangkan industri daur ulang baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Langkah ini diambil sebagai wujud tanggung jawab terhadap seluruh siklus hidup produk otomotif mereka di Tanah Air.

“Seiring percepatan transisi menuju kendaraan listrik, di masa depan akan semakin banyak baterai bekas yang perlu dikelola,” ujar seorang perwakilan Hyundai Motor Asia-Pacific HQ yang enggan disebutkan identitasnya.

Menurutnya, kondisi ini membuka peluang besar untuk membangun industri daur ulang baterai di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Indonesian Next-Generation Journalist Network di Hyundai Motorstudio Goyang, Korea Selatan. Acara ini digelar oleh Korea Foundation (KF) bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

Aturan EPR Otomotif Belum Ada di Indonesia

Saat ini, regulasi di Indonesia memang belum mewajibkan kebijakan EPR untuk produsen otomotif. Namun, Hyundai memilih mengambil langkah proaktif. Pihak perusahaan ingin bersiap menyambut lonjakan populasi mobil listrik di masa depan.

Lantas, apa itu EPR? Secara singkat, EPR adalah kebijakan global yang mengatur tanggung jawab produsen. Produsen wajib bertanggung jawab atas produk mereka, mulai dari:

  • Proses produksi awal.
  • Tahap penjualan ke konsumen.
  • Pengelolaan limbah setelah masa pakai produk berakhir.

Kejar Ekosistem EV yang Lebih Hijau

Lewat komitmen ini, Hyundai ingin membantu Indonesia membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Di samping itu, langkah proaktif ini juga menjadi cara Hyundai untuk menangkap peluang bisnis baru, khususnya di sektor pengolahan limbah baterai.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *