Malang, GeloraNews — Persiapan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai memasuki tahap akhir. Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sekolah terus menjalani latihan untuk memastikan pelaksanaan upacara pada Senin, 17 Agustus 2026 berjalan tertib dan khidmat.
Latihan Paskibra tidak hanya dilakukan untuk mengasah kemampuan baris-berbaris. Para siswa juga dituntut mampu menjaga kekompakan, ketepatan langkah, sikap tubuh, konsentrasi, serta koordinasi ketika menjalankan rangkaian tugas pengibaran bendera Merah Putih.
Memasuki Jumat, 14 Agustus 2026, waktu persiapan semakin terbatas. Karena itu, latihan menjadi semakin penting untuk mematangkan gerakan dan mengurangi kesalahan ketika para siswa nantinya berada di lapangan upacara.
Bagi anggota Paskibra sekolah, tugas mengibarkan bendera bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Mereka membawa nama sekolah sekaligus menjalankan tugas yang berkaitan dengan penghormatan terhadap simbol negara pada momentum peringatan kemerdekaan.
Salah satu contoh persiapan Paskibra di wilayah Kabupaten Malang dilakukan oleh pelajar SMAN 1 Ngantang bersama SMKI Ngantang dan SMK Kosgoro Ngantang. Sebanyak 90 siswa dari tiga sekolah tersebut menjalani latihan intensif sebagai Paskibra tingkat Kecamatan Ngantang untuk persiapan upacara HUT ke-81 RI.
Latihan tersebut telah dimulai sejak 22 Juli 2026 dan dipusatkan di kawasan depan RSUD Ngantang. Materi yang diberikan meliputi ketahanan fisik, pembentukan mental, sinkronisasi gerakan, latihan baris-berbaris hingga simulasi pengibaran bendera. Pelatihan melibatkan unsur TNI, Polri dan Pemerintah Kecamatan Ngantang.
“Persiapan dilakukan secara bertahap agar para siswa benar-benar siap menjalankan tugas. Selain kemampuan baris-berbaris, kedisiplinan, kekompakan dan ketahanan fisik juga menjadi bagian penting dalam latihan,” demikian keterangan dalam laporan Pemerintah Kabupaten Malang mengenai latihan Paskibra di Kecamatan Ngantang.
Latihan intensif tersebut menunjukkan bahwa persiapan Paskibra membutuhkan proses yang tidak singkat. Setiap anggota harus mampu mengikuti aba-aba dengan tepat dan menjaga posisi agar formasi tetap rapi.
Kesalahan kecil dalam gerakan dapat memengaruhi kekompakan seluruh pasukan. Karena itu, pengulangan gerakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari latihan menjelang hari pelaksanaan upacara.
Selain aspek teknis, latihan Paskibra juga menjadi sarana membentuk karakter pelajar. Kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, kerja sama dan rasa cinta tanah air menjadi nilai yang dibangun melalui kegiatan tersebut.
Hal serupa juga menjadi bagian dari aktivitas Paskibra di sekolah-sekolah lain di Malang. SMA “Islam” Malang, misalnya, memiliki Tim Paskibra yang sebelumnya tercatat aktif mengikuti kegiatan dan perlombaan baris-berbaris. Pada 2025, tim Paskibra sekolah tersebut meraih Juara 2 LKBB Juragan Exhibition Season 2 tingkat Malang Raya.
Kegiatan Paskibra di lingkungan sekolah pada akhirnya tidak hanya berorientasi pada hasil pengibaran bendera. Para siswa juga mendapatkan pengalaman mengenai pentingnya disiplin, kepemimpinan dan kerja sama dalam menjalankan sebuah tugas bersama.
Menjelang Senin, 17 Agustus 2026, latihan menjadi semakin penting karena para anggota Paskibra akan segera melaksanakan tugas yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu.
Dengan latihan yang konsisten dan koordinasi yang baik antara siswa, pembina serta pelatih, Paskibra sekolah diharapkan mampu menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan lancar dan penuh tanggung jawab.
Bagi para pelajar tersebut, menjadi Paskibra bukan hanya tentang berdiri tegap di lapangan. Ada tanggung jawab untuk memberikan penghormatan terbaik kepada bendera Merah Putih sekaligus menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan bangsa.
Malang, 14 Agustus 2026
GeloraNews
