Malang – Gaya hidup sehat di kalangan anak muda kini tak lagi identik dengan makanan mahal atau menu diet yang rumit. Belakangan, tren real food semakin diminati, ditandai dengan banyaknya anak muda yang memilih makanan sederhana seperti ubi rebus, jagung rebus, telur rebus, kentang rebus, hingga edamame sebagai menu harian.
Fenomena ini juga terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha yang menjajakan menu real food di pinggir jalan maupun melalui media sosial. Berbagai paket makanan rebus dikemas secara praktis dengan tambahan buah segar atau sayuran, sehingga cocok dijadikan sarapan, camilan, hingga bekal untuk kuliah dan bekerja.
Di Kota Malang, penjual menu real food mulai mudah dijumpai di sejumlah kawasan. Tak hanya menawarkan makanan secara satuan, sebagian pelaku usaha juga menyediakan paket berisi kombinasi ubi rebus, jagung rebus, telur rebus, kentang rebus, hingga buah-buahan dengan harga yang relatif terjangkau. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pilihan makanan yang lebih sederhana.
Berbeda dengan tren makanan viral yang umumnya didominasi cita rasa manis, gurih, atau olahan cepat saji, real food mengutamakan bahan pangan yang minim proses pengolahan. Ubi, jagung, kentang, dan telur cukup direbus tanpa tambahan bumbu berlebihan, sehingga menjadi pilihan praktis bagi mereka yang ingin menikmati makanan sederhana di tengah kesibukan sehari-hari.
Selain mudah ditemukan, menu rebus-rebusan juga dapat disiapkan sendiri di rumah. Proses memasaknya yang sederhana membuat makanan ini banyak dipilih oleh mahasiswa, anak kos, maupun pekerja yang memiliki waktu terbatas untuk memasak.

Salah seorang mahasiswi di Kota Malang, Nafila (21), mengaku mulai rutin mengonsumsi real food sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, pilihan tersebut berawal dari rasa penasaran setelah melihat banyak konten mengenai pola makan sederhana di media sosial.
“Awalnya cuma ikut coba karena lagi banyak yang jual paket real food. Ternyata lebih praktis dan mengenyangkan. Sekarang kalau lapar di sela kuliah, aku lebih sering beli ubi rebus atau telur rebus dibanding camilan lain,dan pastinya lebih sehat” ujarnya.
Nafila menambahkan, semakin banyaknya penjual real food membuat makanan tersebut lebih mudah dijangkau. Selain harganya relatif terjangkau, pilihan menunya juga semakin beragam sehingga tidak membuat bosan.
Meningkatnya minat terhadap real food menunjukkan adanya perubahan gaya hidup di kalangan anak muda. Kesadaran untuk memilih makanan yang lebih sederhana kini mulai menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan lagi sekadar mengikuti tren yang ramai di media sosial. Di tengah padatnya aktivitas, menu rebus-rebusan perlahan bertransformasi dari makanan tradisional menjadi pilihan yang praktis, mengenyangkan, dan sesuai dengan gaya hidup modern.
