Malang – Mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni membawa tas belanja sendiri. Langkah kecil ini dinilai mampu membantu mengurangi timbulan sampah plastik yang masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai daerah, termasuk Kota Malang.
Di pusat perbelanjaan, minimarket, hingga pasar tradisional, kantong plastik masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat. Padahal, plastik sekali pakai membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Kini, semakin banyak warga yang mulai membawa tas belanja berbahan kain atau tas lipat yang dapat digunakan berulang kali. Selain lebih ramah lingkungan, tas belanja jenis ini juga dinilai lebih kuat untuk membawa berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kebiasaan tersebut dapat diterapkan saat berbelanja kebutuhan pokok, sayur-mayur di pasar, maupun ketika berbelanja di supermarket. Dengan membawa tas sendiri, penggunaan kantong plastik dapat dikurangi tanpa mengubah aktivitas belanja sehari-hari.
Bagi warga Malang, kebiasaan ini juga dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pasalnya, sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menyumbat saluran air dan menambah volume sampah yang harus ditangani setiap harinya.
Agar lebih mudah diterapkan, tas belanja lipat dapat disimpan di dalam tas, bagasi motor, atau mobil sehingga selalu tersedia saat dibutuhkan. Cara ini juga membantu menghindari kebiasaan meminta kantong plastik setiap kali berbelanja.
Meski terlihat sederhana, mengurangi penggunaan kantong plastik merupakan langkah yang dapat memberikan dampak positif jika dilakukan secara konsisten. Dimulai dari satu tas belanja yang digunakan berulang kali, masyarakat dapat ikut berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah plastik di Kota Malang.
