Malang, geloranews— Kampoeng Heritage Kajoetangan di Kota Malang terus memikat hati para pelancong yang merindukan suasana nostalgia masa lalu. Kawasan pemukiman yang sarat akan sejarah perkembangan Kota Malang sejak era kolonial Belanda ini menawarkan deretan spot foto estetis, objek bersejarah, hingga arsitektur bangunan kuno yang masih terawat rapi hingga saat ini.
Bagi Anda yang berencana menghabiskan waktu liburan di Kota Malang, ada beberapa lokasi menarik di dalam gang-gang Kampoeng Heritage Kajoetangan yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan. Pertama, wisatawan bisa menyambangi Rumah Oey Mansoor yang didirikan sekitar tahun 1870-an. Rumah ini menampilkan perpaduan arsitektur Jawa dan Tionghoa yang khas dengan ornamen interior serta furnitur antik yang masih dipertahankan keasliannya.
Tidak jauh dari sana, terdapat situs bersejarah Makam Mbah Honggo yang merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pemukiman awal kawasan Kajoetangan. Bagi para pencinta fotografi dengan konsep vintage, Rumah 1920 menjadi spot favorit berikutnya lantaran fasad bangunannya yang ikonik serta koleksi barang-barang lama yang membawa pengunjung seolah melintasi lorong waktu.
“Suasananya tenang sekali dan berasa masuk ke era lalu. Lorong-lorong kampungnya bersih, dan warga di sini ramah sekali mengarahkan jalan. Setiap sudut gang punya estetikanya sendiri,” ujar Nanda Kirana (27), seorang wisatawan asal Surabaya saat ditemui di lokasi, Jumat (14/8/2026).
Puas menyusuri gang bersejarah, pengunjung dapat bersantai menikmati secangkir kopi hangat di Kedai Mbah Cokro atau beberapa warung kopi bernuansa retro yang tersebar di pemukiman warga. Saat menjelang sore hingga malam hari, pendar lampu gantung bergaya klasik di sepanjang lorong makin menambah kesan hangat dan romantic.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kajoetangan, Rizal Fahmi, menjelaskan bahwa keberlanjutan daya tarik wisata ini tak lepas dari peran aktif warga lokal yang konsisten menjaga kelestarian bangunan heritage.
“Kami terus berupaya menjaga nilai sejarah dan keaslian arsitektur di sini agar pengunjung tidak hanya sekadar berswafoto, tetapi juga bisa mendapatkan wawasan sejarah Kota Malang secara langsung dari interaksi bersama warga,” tutur Rizal saat diwawancarai oleh geloranews, Jumat (14/8/2026).
Bagi masyarakat yang hendak berkunjung, Kampoeng Heritage Kajoetangan dapat diakses dengan mudah dari pusat Kota Malang melalui Jalan Basuki Rahmat, dengan tiket masuk yang ramah di kantong dan buka setiap hari mulai pagi hingga malam.
