Malang – Pernah merasa seperti terjatuh dari ketinggian atau tubuh tiba-tiba tersentak saat baru akan terlelap? Fenomena tersebut dikenal sebagai hypnic jerk atau sentakan hipnik. Kondisi ini umum terjadi saat seseorang memasuki fase awal tidur dan umumnya tidak berbahaya.
Hypnic jerk merupakan kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba ketika tubuh mulai bertransisi dari kondisi sadar menuju tidur. Sensasi yang dirasakan bisa berupa tubuh seperti tersentak, merasa kehilangan pijakan, atau seolah-olah sedang terjatuh.
dr. Alip Hildan menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang normal dan dialami banyak orang. Menurutnya, salah satu teori menyebutkan otak terkadang “salah membaca” sinyal ketika otot-otot mulai rileks menjelang tidur, sehingga memicu refleks berupa sentakan pada tubuh.
“Untuk membantu mengurangi frekuensi kemunculannya, masyarakat dianjurkan menjaga pola tidur yang teratur, membatasi konsumsi kopi atau minuman berkafein pada sore dan malam hari, serta mengelola stres melalui aktivitas relaksasi sebelum tidur. Tidur yang cukup juga dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal,” ujar dr. Alip Hildan.
Selain itu, kelelahan, kurang tidur, stres, kecemasan, hingga aktivitas fisik berat menjelang waktu tidur juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hypnic jerk.
Meski umumnya tidak memerlukan penanganan khusus, kondisi ini perlu mendapat perhatian apabila terjadi sangat sering, mengganggu kualitas tidur, atau disertai gejala lain seperti kejang maupun kehilangan kesadaran. Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan ke tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kualitas tidur, frekuensi munculnya hypnic jerk pada sebagian orang dapat berkurang sehingga waktu istirahat menjadi lebih nyaman dan optimal.












