Home / Otomotif / Tekan Impor Solar Hingga 310 Ribu Barel per Hari, Pertamina Kawal Penuh Program Biodiesel B50

Tekan Impor Solar Hingga 310 Ribu Barel per Hari, Pertamina Kawal Penuh Program Biodiesel B50

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapannya untuk menjalankan penugasan Program Mandatori Biodiesel B50 yang resmi diluncurkan pekan lalu. Langkah strategis ini diyakini bakal memperkokoh ketahanan energi nasional.​

Implementasi bauran energi baru terbarukan ini diproyeksikan mampu memangkas impor solar dalam jumlah besar pada tahun 2026.​

“Program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional melalui pengurangan impor solar yang diproyeksikan mencapai sekitar 18 juta kiloliter pada 2026, atau setara 310.000 barel per hari,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam keterangan resminya, Minggu (12/7/2026).​

Simon menegaskan komitmen penuh Pertamina dalam mengawal kebijakan pemerintah pusat ini demi mewujudkan kemandirian energi Indonesia.​

Pihak Pertamina mengklaim telah mematangkan seluruh aspek sarana dan prasarana di lapangan sebelum bahan bakar nabati ini dilepas ke pasar.

​”Kami telah menyiapkan infrastruktur, sistem distribusi, serta rantai pasok biodiesel guna memastikan implementasi B50 berjalan sesuai ketentuan,” jelas Simon.​

Pertamina juga memastikan pasokan energi untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari tidak akan terganggu selama proses perluasan distribusi berjalan.

Pertamina Jamin Mutu Produk Tetap Terjaga

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut perseroan punya modal kuat untuk menyukseskan program ini. Pertamina tercatat memiliki rekam jejak panjang dalam mengawal mandatori biodiesel, mulai dari B20 hingga B40.​

“Pengalaman tersebut menjadi modal dalam memastikan proses transisi berlangsung secara optimal,” kata Baron.​

Baron menjamin masyarakat tidak perlu khawatir terkait performa mesin saat menggunakan bahan bakar baru ini. Pihak Pertamina memberikan garansi penuh terhadap kualitas Biosolar B50 yang mengalir ke kendaraan konsumen.​

“Kami juga memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah,” tegas Baron.​

Melalui standardisasi yang ketat, mutu produk komoditas bahan bakar ini dipastikan akan tetap terjaga dengan baik.

Masuk Masa Transisi hingga September 2026

Dalam pelaksanaannya, Pertamina Group bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait telah merampungkan serangkaian uji coba teknis. Pengujian berkala dilakukan untuk mengecek kesiapan fasilitas tangki dan kelancaran distribusi di berbagai daerah.​Sesuai dengan regulasi yang berlaku, Program Mandatori B50 ini akan memasuki masa transisi terlebih dahulu.​

“Sesuai ketentuan, Program Mandatori B50 akan memasuki masa transisi hingga 30 September 2026,” urai Baron.​

Selama periode transisi tersebut, penyesuaian penyaluran dari produk B40 menuju B50 akan dilakukan secara bertahap oleh Pertamina. Pola bertahap ini diterapkan demi menjaga stabilitas dan keandalan pasokan energi nasional secara merata.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *