MALANG – Suasana haru mewarnai kawasan Depo Pendidikan Kejuruan (Dodikjur) Rindam V/Brawijaya, Kota Malang, Kamis, 24 September 2026. Ratusan calon siswa (casis) Tamtama TNI AD yang dinyatakan tidak lulus mulai meninggalkan kompleks pendidikan setelah hasil seleksi diumumkan.
Para casis tersebut diangkut menggunakan sekitar 10 unit truk dari Mako Dodikjur menuju kawasan Lapangan Rampal. Mereka tampak mengenakan seragam putih dan celana hitam sambil membawa barang bawaan masing-masing.
Pemandangan tersebut menjadi perhatian keluarga yang sejak pagi menunggu di sekitar Jalan Mayjen M Wiyono. Sejumlah keluarga tampak memberikan semangat ketika truk yang membawa para casis bergerak meninggalkan Dodikjur.
“Semangat, Le! Semangat, Le!” teriak sejumlah keluarga casis yang berdiri di sepanjang Jalan Mayjen M Wiyono, Kota Malang, Kamis, 24 September 2026.
Satu per satu truk kemudian bergerak menuju arah Lapangan Rampal. Para casis yang dinyatakan tidak lulus harus meninggalkan lokasi setelah mengikuti rangkaian seleksi Tamtama TNI AD.
Sebelumnya, ribuan keluarga memang memadati kawasan Dodikjur Rindam V/Brawijaya untuk menunggu hasil seleksi. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar provinsi. Sebagian bahkan telah berada di lokasi sejak dini hari.
Berdasarkan data resmi Kodam V/Brawijaya, sebanyak 1.725 casis mengikuti Sidang Pantukhir Tingkat Subpanpus Cata TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 di Dodikjur Rindam V/Brawijaya pada Senin, 21 September 2026. Sidang tersebut menjadi salah satu tahapan akhir untuk menentukan kelayakan dan kesiapan calon prajurit berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian sejumlah bidang.
Dari jumlah tersebut, laporan lapangan sebelumnya menyebut sekitar 1.000 casis akan dipilih untuk melanjutkan proses sebagai calon siswa Tamtama TNI AD, sedangkan casis yang tidak terpilih harus meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Pasiintel Rindam Dodikjur TNI AD, Letda Inf Yosep, sebelumnya mengatakan pihaknya telah mengimbau keluarga casis agar memarkir kendaraan di kawasan Lapangan Rampal untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Mayjen M Wiyono.
“Kami sudah berusaha. Masyarakat yang hadir juga susah kami kendalikan,” kata Letda Yosep pada Kamis, 24 September 2026.
Bagi casis yang dinyatakan lulus, proses selanjutnya adalah mengikuti tahapan pendidikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, casis yang lulus diberangkatkan menuju tempat pendidikan di Magetan dan Situbondo.
Sementara mereka yang belum berhasil lolos harus menerima hasil seleksi dan meninggalkan Dodikjur. Momen keberangkatan para casis yang tidak lulus pun diwarnai dukungan keluarga yang tetap memberikan semangat kepada mereka.
GeloraNews
