Malang – Tren lari pagi semakin diminati masyarakat di Kota Malang. Tak hanya menjadi olahraga untuk menjaga kebugaran, aktivitas ini juga berkembang menjadi ajang bersosialisasi. Sejumlah komunitas lari pun mulai bermunculan dan rutin menggelar kegiatan bersama setiap akhir pekan maupun hari kerja.
Pantauan di kawasan Jalan Ijen, Alun-alun Tugu, dan Stadion Gajayana, Kamis (2/7/2026) sejak pukul 06.00 WIB menunjukkan banyak warga memanfaatkan pagi hari untuk berlari. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja tampak memadati lintasan jogging maupun ruas jalan yang biasa digunakan untuk olahraga.
Salah seorang pelari, Indah (23), mengaku mulai rutin mengikuti kegiatan lari sejak beberapa bulan terakhir. Awalnya ia berolahraga seorang diri, namun kini bergabung dengan komunitas karena dinilai lebih menyenangkan.
“Dulu lari sendiri, sekarang ikut komunitas. Jadi lebih semangat karena banyak teman yang saling menyemangati. Selain olahraga, bisa tambah relasi juga,” ujar Indah (2/7/2026).

Menurutnya, tren lari yang ramai di media sosial juga turut mendorong banyak anak muda mencoba olahraga tersebut. Meski begitu, ia menilai konsistensi tetap menjadi kunci utama.
“Yang penting bukan ikut tren saja, tapi bagaimana bisa rutin. Badan jadi lebih bugar dan pikiran juga lebih segar setelah lari pagi,” katanya.
Selain menjadi olahraga, lari pagi juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha di sekitar lokasi. Beberapa pedagang minuman dan makanan ringan mengaku jumlah pembeli meningkat, terutama pada akhir pekan ketika jumlah pelari lebih banyak dibanding hari biasa.
Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari menunjukkan perubahan gaya hidup yang semakin mengutamakan kesehatan. Bagi sebagian warga Malang, lari pagi kini bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan juga menjadi momen untuk bertemu teman, menikmati udara segar, sekaligus memulai hari dengan lebih bersemangat.












