MALANG – Suasana pagi di Kota Malang, Kamis, 2 Juli 2026, terasa lebih dingin dibanding hari biasanya. Embun tampak menyelimuti sejumlah kawasan permukiman hingga ruang terbuka hijau sejak dini hari. Kondisi tersebut membuat warga memilih mengenakan jaket tebal saat memulai aktivitas pagi.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Kota Malang pada pagi hari berada di kisaran 17 hingga 19 derajat Celsius dengan kondisi udara kabur dan cerah berawan. Fenomena udara dingin atau yang dikenal masyarakat sebagai bediding diperkirakan masih terjadi selama musim kemarau berlangsung.
Pantauan GeloraNews di sejumlah titik kawasan Kota Malang, embun terlihat menempel pada dedaunan, kaca kendaraan, hingga atap rumah warga sejak pukul 05.00 WIB. Udara dingin juga terasa cukup menusuk terutama di wilayah dataran tinggi dan area pinggiran kota.
“Sejak subuh udara memang terasa lebih dingin dari biasanya. Jalanan juga terlihat sedikit berkabut dan rumput di halaman rumah penuh embun,” ujar Rudi Hartono, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (2/7/2026).

Forecaster BMKG Karangploso Malang, Retno Wulandari, mengatakan fenomena suhu dingin pada musim kemarau merupakan kondisi yang umum terjadi akibat minimnya tutupan awan serta masuknya massa udara dingin dan kering dari Australia.
“Fenomena bediding diperkirakan masih berlangsung hingga Juli sampai Agustus 2026. Suhu minimum di Malang Raya dapat turun hingga belasan derajat Celsius terutama pada malam hingga pagi hari,” kata Retno.
BMKG mengimbau masyarakat menjaga kondisi kesehatan di tengah perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari. Warga disarankan menggunakan pakaian hangat serta menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari gangguan kesehatan seperti flu dan batuk.
Meski udara terasa dingin pada pagi hari, cuaca di Malang diprakirakan tetap cerah hingga berawan pada siang sampai sore hari dengan kelembapan udara relatif rendah khas musim kemarau.
(Laporan: GeloraNews)












