KEDIRI – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong transformasi teknologi di sektor manufaktur. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dari Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan transfer teknologi mesin grinding otomatis camshaft tipe SOHC kepada UMKM MJMP Project yang berlokasi di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, pada 5 Juli 2026.
Kegiatan ini diketuai oleh Didin Zakariya Lubis, dengan anggota tim yang terdiri atas dua dosen dan lima mahasiswa Universitas Negeri Malang. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi akademik yang mengintegrasikan penerapan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan membantu mitra mengatasi kendala proses modifikasi camshaft atau noken as sepeda motor yang sebelumnya masih mengandalkan metode manual menggunakan gerinda duduk. Proses pengerjaan secara manual membutuhkan waktu relatif lama, bahkan mencapai sekitar 120 menit untuk satu produk. Selain memerlukan keterampilan operator yang tinggi, proses tersebut juga membutuhkan pengukuran dan penyesuaian profil secara berulang.
Sebagai solusi, tim pengabdian menerapkan mesin automatic grinding camshaft SOHC yang dirancang untuk membantu proses penggerindaan profil nok secara lebih efisien. Mesin ini menggunakan motor listrik satu fase berdaya 455 watt, dengan kecepatan putaran 2.423 rpm.

Setting dan uji coba mesin
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan mesin otomatis mampu mempercepat waktu pengerjaan dari sekitar 120 menit menjadi sekitar 15 menit untuk satu camshaft. Capaian ini menunjukkan potensi peningkatan efisiensi waktu proses yang signifikan dibandingkan metode manual yang sebelumnya digunakan oleh mitra.
Tidak hanya menerapkan teknologi, tim juga melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada delapan pekerja MJMP Project. Materi pelatihan meliputi pengenalan fungsi dan komponen mesin, pengoperasian sistem kontrol, pengaturan parameter grinding, pemasangan dan pelepasan camshaft, pemeriksaan kualitas produk, serta perawatan dasar mesin.

Pengujian kepresisian dengan dial indicator
Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta. Skor rata-rata keterampilan meningkat dari 2,58 sebelum pelatihan menjadi 4,28 setelah pelatihan pada skala penilaian 1–5. Hasil tersebut menggambarkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami dan mengoperasikan teknologi yang diterapkan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kemitraan antara Universitas Negeri Malang dan MJMP Project, pengetahuan serta hasil pengembangan teknologi di lingkungan akademik dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan industri skala UMKM.

Serah terima alat pada mitra
Implementasi SDG 17 dalam kegiatan ini diwujudkan melalui sinergi antara perguruan tinggi sebagai pengembang dan penyedia pengetahuan teknologi dengan UMKM sebagai mitra penerima sekaligus pengguna teknologi. Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penerapan mesin, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mitra mampu mengoperasikan dan merawat teknologi secara mandiri. Keterlibatan mahasiswa turut memberikan pengalaman pembelajaran langsung dalam menerapkan kompetensi rekayasa manufaktur untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.

Hasil pengujian pada camshaft
Ketua pelaksana, Didin Zakariya Lubis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang atas dukungan pendanaan kegiatan ini melalui Dana Internal LPPM Skema Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam terlaksananya kegiatan transfer teknologi, mulai dari penerapan mesin hingga pelatihan dan pendampingan kepada mitra UMKM.

Produk mesin grinding otomatis camshaft SOHC
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang berharap kolaborasi perguruan tinggi dan UMKM dapat terus dikembangkan sebagai model hilirisasi teknologi tepat guna. Ke depan, pengembangan mesin diharapkan dapat menjangkau kebutuhan pengerjaan camshaft tipe DOHC, dilengkapi alat ukur profil camshaft, serta didukung penyusunan standar operasional prosedur dan jadwal perawatan mesin.
Transfer teknologi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemampuan manufaktur UMKM, meningkatkan efisiensi proses produksi, dan membangun kemitraan berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dan dunia usaha.

Hasil demonstrasi dan pelatihan pada mitra pengabdian
