MALANG — Suasana asrama mahasiswa STIKes Kendedes, Kota Malang, berubah menjadi duka setelah seorang mahasiswa meninggal dunia akibat penikaman. Korban berinisial AVG (25) tewas setelah terlibat perselisihan dengan teman sekamarnya, SP (26).
Keduanya diketahui sama-sama mahasiswa semester akhir dan berasal dari Papua Selatan. Korban tercatat sebagai warga Kabupaten Mappi. Mereka tinggal bersama di kompleks asrama mahasiswa laki-laki STIKes Kendedes di Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo menjelaskan, sebelum penikaman terjadi, korban dan pelaku berada di kamar asrama sambil mengonsumsi minuman keras. Situasi kemudian berubah setelah keduanya terlibat pertengkaran.
Perselisihan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan pribadi. Pelaku merasa cemburu terhadap korban karena sebelumnya korban disebut pernah mengganggu dan menggoda pacarnya.
Pertengkaran yang awalnya berupa adu mulut kemudian berkembang menjadi perkelahian. Dalam kejadian itu, pelaku menggunakan pisau pengupas buah untuk menyerang korban.
Pisau tersebut memiliki panjang sekitar 17 sentimeter. Korban mengalami satu luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan setelah ditikam di depan kamar tempat keduanya tinggal.
Korban kemudian terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Polisi yang mendapat laporan mengenai peristiwa tersebut langsung melakukan pencarian terhadap pelaku.
SP sempat meninggalkan kawasan asrama setelah kejadian. Polisi akhirnya menemukan dan mengamankannya di kawasan Perumahan Piranha yang lokasinya tidak jauh dari STIKes Kendedes.
Pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami perkara tersebut untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan tewasnya korban.
