MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang secara resmi menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui penandatanganan kesepakatan bersama terkait inovasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Prosesi penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, di Ruang Sidang Balaikota Malang pada Kamis (23/4/2026). Kerja sama ini menandai langkah konkret kedua daerah dalam bertukar pengalaman dan teknologi guna memperkuat ketahanan fiskal di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.
Dalam keterangannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa Pemkot Malang telah mengembangkan sejumlah inovasi digital yang terbukti mampu mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan. Salah satu inovasi unggulan yang menjadi motor penggerak adalah aplikasi Persada, sebuah sistem yang dirancang untuk mengoptimalkan pemungutan pajak daerah, khususnya pada sektor hotel dan restoran. Wahyu menekankan bahwa dalam kondisi ekonomi saat ini, kreativitas kepala daerah dalam menciptakan terobosan sangat diperlukan agar ketergantungan terhadap dana pusat dapat dikurangi, terutama saat terjadi pengurangan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyatakan ketertarikannya terhadap tata kelola PAD Kota Malang sejak mengikuti forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Ia mengakui bahwa capaian PAD Kota Malang yang mampu menyentuh angka rata-rata Rp3 miliar per hari merupakan prestasi luar biasa yang patut dicontoh. Bagi Pemkot Tasikmalaya, adopsi sistem seperti aplikasi Persada diharapkan menjadi solusi efektif untuk menutupi defisit anggaran akibat pemotongan TKD yang mencapai 30 persen di wilayahnya.
Lebih lanjut, Viman menjelaskan bahwa peningkatan PAD bukan sekadar upaya menambah kas daerah, melainkan strategi kunci untuk menyeimbangkan komposisi fiskal. Dengan PAD yang lebih tinggi, persentase belanja pegawai dapat ditekan hingga memenuhi batas maksimal 30 persen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui kolaborasi ini, kedua pemerintah kota berharap dapat saling melengkapi kelebihan masing-masing demi mewujudkan kemandirian fiskal yang sehat dan pelayanan publik yang lebih optimal bagi masyarakat.











