GeloraNews Malang – Warga Malang Raya dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang jauh lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada karena fenomena ini menandai masuknya musim pancaroba atau transisi cuaca.
Berdasarkan data stasiun meteorologi setempat, penurunan suhu ini dipicu oleh aliran angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Pada malam hari, minimnya tutupan awan membuat panas bumi terlepas secara maksimal ke atmosfer, sehingga memicu penurunan suhu yang cukup drastis di wilayah dataran tinggi seperti Malang.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa kondisi udara dingin di musim peralihan ini memerlukan perhatian ekstra dari masyarakat. Perubahan cuaca yang fluktuatif antara siang yang terik dan malam yang sangat dingin berpotensi menurunkan imunitas tubuh.

“Kami mengimbau warga Malang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa pancaroba ini. Fluktuasi suhu yang tajam, di mana siang hari terasa menyengat namun malam hingga pagi hari terasa sangat dingin, menjadi lingkungan yang rentan bagi penyebaran virus dan bakteri. Jaga kondisi tubuh dan kecukupan hidrasi,” ujar Anung saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Fenomena suhu dingin di musim pancaroba ini juga memicu potensi timbulnya sejumlah penyakit musiman. Dinas Kesehatan setempat mengimbau warga untuk mengantisipasi gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, batuk, hingga demam berdarah dengue (DBD) yang kerap mengintai saat masa transisi cuaca.
Masyarakat disarankan untuk mulai membiasakan diri menggunakan pakaian tebal atau jaket saat beraktivitas di luar ruangan pada malam hari. Selain menjaga pola makan sehat dan berolahraga, kebersihan lingkungan sekitar juga harus tetap dijaga guna mencegah munculnya sarang nyamuk di awal musim peralihan ini.
Reporter: Redaksi GeloraNews Tanggal: 29 Juni 2026












