SEMARANG, GELORANEWS – Kematian atlet pencak silat putri asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata (19), setelah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, masih menyisakan tanda tanya. Hingga Senin (2/11/2026), polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya atlet muda tersebut.
Salah satu hal yang kini didalami penyidik adalah dugaan penggumpalan darah yang disebut berpotensi berkaitan dengan benturan saat pertandingan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian Ayudiah.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Agus Supriadi, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan, termasuk dari tenaga medis yang menangani korban.
“Rencana pemeriksaan dokter tambahan minggu depan. Kalau keterangan masih sama seperti kemarin. Untuk penggumpalan darah, sementara kami masih penyelidikan,” kata Agus, sebagaimana diberitakan pada Senin (2/11/2026).
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah, dr Telogo Wismo Agung Durmanto, juga memberikan penjelasan mengenai kemungkinan penggumpalan darah akibat benturan dalam olahraga bela diri.
Menurutnya, benturan saat pertandingan berpotensi menimbulkan penggumpalan darah. Kondisi tersebut dapat berakibat fatal bergantung pada lokasi terjadinya penggumpalan.
“Karena pesilat, mungkin saja terjadi (penggumpalan darah). Setiap pukulan berpotensi (mengakibatkan penggumpalan darah),” ujar Telogo.
Meski demikian, Telogo menegaskan IDI Jawa Tengah belum menerima laporan medis spesifik yang memastikan adanya penggumpalan darah pada tubuh Ayudiah.
“Belum ada laporan spesifik,” tegasnya.
Sebelumnya, Ayudiah mengalami cedera ketika bertanding melawan atlet Kabupaten Batang pada babak perempat final cabang olahraga pencak silat Porprov XVII Jawa Tengah, Senin (26/10/2026).
Koordinator Pelatih Pencak Silat Porprov Kota Semarang, Nurfaqih, menjelaskan cedera terjadi ketika jari tengah tangan kiri Ayudiah terkena tendangan lawan hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Setelah pertandingan, Ayudiah langsung mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke RS Primaya Semarang.
Pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, Ayudiah menjalani operasi untuk menangani cedera yang dialaminya. Berdasarkan keterangan pelatih, operasi tersebut berjalan lancar.
Namun, kabar duka datang pada Rabu (28/10/2026) pagi. Ayudiah dinyatakan meninggal dunia saat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Direktur RS Primaya Semarang, dr Aditya Nugraha, sebelumnya menyampaikan bahwa pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab kematian pasien.
Sementara itu, penyidik Polrestabes Semarang masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan tambahan dari dokter dan pihak terkait.
Kasus ini menjadi perhatian serius terhadap keselamatan atlet, khususnya mengenai kesiapan medis, penanganan cedera, serta pengawasan kesehatan selama berlangsungnya kompetisi olahraga.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti meninggalnya Ayudiah Rivana Tridiandinata masih menunggu hasil pendalaman medis dan penyelidikan kepolisian.
GELORANEWS
