Malang – Aktivitas riset dan pengembangan sains di Kota Malang terus menunjukkan perkembangan sepanjang Juni 2026. Sejumlah perguruan tinggi dan komunitas peneliti menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi dan lingkungan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Beberapa penelitian yang dikembangkan meliputi pengolahan limbah organik, energi terbarukan, hingga teknologi pertanian modern. Kota Malang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan pendidikan dan sains di Jawa Timur karena didukung banyak institusi akademik.
Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Dr. Rina Kurniawati, mengatakan kolaborasi antara mahasiswa dan peneliti menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan inovasi sains di daerah.
“Mahasiswa sekarang semakin aktif menciptakan riset yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rina saat ditemui dalam pameran inovasi teknologi di Kota Malang, Jumat (19/6/2026).
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah alat pengolahan sampah organik berbasis energi listrik hemat daya yang dikembangkan mahasiswa lintas jurusan. Teknologi tersebut diklaim mampu membantu pengurangan limbah rumah tangga dalam skala kecil hingga menengah.
Selain itu, sejumlah komunitas robotik dan sains pelajar di Malang juga aktif mengadakan pelatihan serta kompetisi edukasi selama libur pertengahan tahun. Kegiatan tersebut diikuti siswa dari berbagai sekolah untuk meningkatkan minat terhadap dunia sains dan teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Wahyu Setiawan, menyebut pemerintah daerah mendukung penuh pengembangan riset dan inovasi di kalangan generasi muda.
“Kami berharap Kota Malang bisa terus melahirkan inovator muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Wahyu.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan sains juga terlihat dari meningkatnya kunjungan pada sejumlah agenda edukasi dan pameran teknologi yang digelar sepanjang Juni 2026.
Salah satu peserta pameran, Nabila Putri (20), mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena banyak inovasi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
“Teknologinya sederhana tapi sangat bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
GeloraNews
Senin, 22 Juni 2026.









