MALANG – Kebakaran terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jawa Timur, pada Rabu (9/9/2026) sore. Api membakar area dapur gizi dan ruang laundry rumah sakit.
Laporan kebakaran diterima UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang sekitar pukul 14.57 WIB. Petugas kemudian mengerahkan 20 personel dengan lima unit kendaraan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lainnya.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizky Darmawan, mengatakan saat petugas tiba, api telah membesar dan terdapat beberapa titik yang terbakar. Sebagian plafon di area tersebut juga dilaporkan roboh.
“Setelah menerima laporan tim langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan kekuatan 20 personel dan lima unit pemadam. Berdasarkan informasi internal, area yang terbakar adalah dapur gizi dan ruang laundry,” kata Pandu.
Material yang terbakar di antaranya peralatan dapur dan bahan makanan di area gizi. Sementara di ruang laundry, sejumlah selimut dan seprai ikut terbakar. Petugas Damkar bersama tim internal RSSA melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api agar tidak meluas.
Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada sore hari. Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, kepulan asap sempat berdampak ke area perawatan sehingga sejumlah pasien, khususnya pasien anak, dievakuasi untuk mengantisipasi paparan asap.
Humas RSSA Malang, Muhammad Syamsul Bakhri, memastikan pasien yang dievakuasi dalam kondisi stabil.
“Pasien anak-anak kami evakuasi karena ruangannya terdampak asap kebakaran,” ujar Syamsul.
Sementara itu, Direktur RSSA Malang, Mochamad Bachtiar Budianto, menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik di bagian atap ruang dapur. Meski demikian, penyebab tersebut masih berstatus dugaan dan proses investigasi oleh pihak berwenang masih dilakukan.
Untuk memastikan kebutuhan makanan pasien tetap terpenuhi setelah fasilitas dapur gizi terdampak, pihak rumah sakit mengambil langkah dengan mengalihkan sementara penyediaan makanan melalui katering eksternal. Pelayanan utama rumah sakit disebut tetap berjalan.
Hingga Kamis, 10 September 2026, penanganan pascakebakaran masih dilakukan. Area yang terdampak juga menjadi bagian dari pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebakaran secara resmi.
