GeloraNews, NTT — Gempa bumi susulan masih mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, telah terjadi 2.119 gempa susulan dengan magnitudo berkisar M1,3 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 gempa memiliki magnitudo di atas M5 dan 70 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.
Aktivitas kegempaan masih berlangsung. Data real-time BMKG pada Selasa, 18 Agustus 2026 juga menunjukkan sejumlah gempa kembali terjadi di kawasan Flores dan sekitarnya. Salah satunya gempa M4,9 yang terjadi pada pukul 09.42 WIB dengan pusat gempa berada di laut sekitar 54 kilometer timur laut Labuan Bajo, pada kedalaman 6 kilometer. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan tetap mengimbau masyarakat mewaspadai gempa susulan.
Di tengah aktivitas gempa susulan tersebut, dampak gempa utama juga masih dalam proses pendataan. BPBD Provinsi NTT melaporkan hingga Senin, 17 Agustus 2026 terdapat 7.968 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. Selain rumah, sebanyak 744 fasilitas umum dan infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan.
BMKG telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan survei makroseismik di sejumlah wilayah terdampak. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat guncangan, karakteristik respons tanah, serta memverifikasi dampak gempa, termasuk kondisi wilayah yang mengalami kerusakan.
Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur hingga Sikka. Tim juga melakukan pengujian karakteristik respons tanah sebagai bagian dari kajian pascagempa.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga terus mempercepat penanganan masyarakat terdampak. BNPB menyatakan distribusi bantuan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi terus dilakukan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya menegaskan pentingnya koordinasi terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait dalam menangani dampak bencana.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengirimkan 20 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Flores. Bantuan tersebut dikirim menggunakan pesawat angkut A400M dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Di Kabupaten Sikka, layanan dukungan psikososial dan trauma healing dilakukan bagi masyarakat terdampak, termasuk anak-anak yang berada di pengungsian.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa karena masih terdapat kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Informasi mengenai perkembangan gempa sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah untuk menghindari kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.
Selasa, 18 Agustus 2026
GeloraNews
