Pelatihan Alat Uji Spin Casting dengan Sistem Pneumatic Clamping sebagai Media Pembelajaran Pengecoran Logam”
MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) terus mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui pengembangan teknologi pembelajaran berbasis rekayasa manufaktur. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Alat Uji Spin Casting dengan Sistem Pneumatic Clamping sebagai Media Pembelajaran Pengecoran Logam” yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 di Laboratorium Pengecoran Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas pembelajaran praktik pengecoran logam, khususnya teknologi spin casting untuk material zinc alloy. Selama ini, pembelajaran pengecoran logam masih didominasi oleh metode pengecoran gravitasi sederhana, sehingga mahasiswa belum memperoleh pengalaman praktik yang memadai terkait teknologi pengecoran sentrifugal sebagaimana diterapkan dalam industri manufaktur.

Desain Medali
Sebagai solusi, tim pengabdian UM mengembangkan satu unit alat uji spin casting yang dilengkapi sistem pneumatic clamping. Teknologi ini memanfaatkan tekanan udara pneumatik untuk melakukan pencekaman cetakan secara lebih stabil, presisi, dan efisien selama proses pengecoran berlangsung.

Hasil cetak 3D Print resin medali
Alat yang dikembangkan menggunakan motor listrik berdaya 0,12 kW dengan kecepatan putaran spinner mencapai 400 rpm. Mesin dirancang menggunakan sistem transmisi mekanik serta mekanisme pencekaman pneumatik yang mendukung kestabilan putaran dan keselamatan selama proses operasional. Untuk proses pencetakan, digunakan material silicone rubber RTV-2 seri 52 sebagai cetakan produk berbahan zinc alloy.

Molding Komposisi V2 100:5
Tidak hanya menghasilkan mesin, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan yang diikuti oleh 12 peserta. Materi pelatihan meliputi pengenalan prinsip kerja spin casting, pengoperasian sistem pneumatik, praktik pengecoran zinc alloy, identifikasi cacat produk cor, serta prosedur perawatan dan keselamatan kerja. Pelatihan dilakukan melalui pemaparan teori, demonstrasi penggunaan mesin, dan praktik langsung secara berkelompok dengan pendampingan tim pengabdi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan pada proses pengembangan produk medali mulai dari desain menggunakan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD), pembuatan master cetakan menggunakan teknologi 3D printing berbasis resin, hingga proses pembuatan dan evaluasi cetakan silikon. Tim juga melakukan pengujian terhadap tiga variasi komposisi silicone rubber RTV-2, yaitu 100:4, 100:5, dan 100:6.

Hasil SEM V2 (100:5) pada Perbesaran (a) x100
Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposisi 100:5 menjadi variasi terbaik berdasarkan keseimbangan kualitas permukaan, karakteristik mekanik, dan struktur material. Variasi tersebut menghasilkan jumlah cacat molding paling rendah, yaitu tiga titik cacat, serta menunjukkan struktur yang relatif lebih homogen berdasarkan pengamatan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM).
Ketua tim pengabdian, Didin Zakariya Lubis, menyampaikan bahwa pengembangan alat ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas laboratorium, tetapi juga pada peningkatan kompetensi mahasiswa dalam memahami teknologi manufaktur secara langsung.
“Melalui pengembangan alat spin casting ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pengecoran logam, tetapi juga dapat memahami secara langsung prinsip kerja mesin, sistem transmisi, mekanisme pneumatik, proses pencetakan, hingga pengendalian kualitas produk. Harapannya, fasilitas ini dapat mendukung pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.

Kegiatan Pengabdian
Keberadaan alat uji spin casting ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan praktikum mata kuliah Pengecoran Logam, penelitian mahasiswa, pengembangan tugas akhir, serta demonstrasi teknologi bagi mitra eksternal, termasuk sekolah menengah kejuruan (SMK) dan pelaku industri kecil.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai melalui Dana Internal Universitas Negeri Malang, Skema Pengabdian kepada Masyarakat Desentralisasi Fakultas Vokasi Tahun Anggaran 2026. Melalui kegiatan ini, UM kembali menunjukkan kontribusinya dalam mengembangkan teknologi tepat guna sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi vokasi, inovasi teknologi, dan kebutuhan industri manufaktur.
