Home / Headline News / BBM di Medan Menjadi Langka, Apa Penyebab Utamanya?

BBM di Medan Menjadi Langka, Apa Penyebab Utamanya?

Gelora News, Medan – beberapa daerah di Sumatera Utara dikabarkan sedang menghadapi kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah berlangsung sejak Sabtu (11/07/2026).

Kelangkaan tersebut tidak hanya berdampak pada terhambatnya mobilisasi pribadi namun juga merembet hingga masalah daerah karena antrean yang panjang hingga ke badan jalan menyebabkan kemacetan yang panjang terutama pada peak hour, yaitu sekitar jam 4 hingga jam 6 sore.

Hal tersebut terjadi karena adanya lonjakan permintaan yang disampaikan oleh Taufik Adityawarman selaku Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga di hadapan anggota Komisis XII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Hari Kamis (16/07/2026).

Kami menyadari juga bahwa pada beberapa waktu terakhir masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah di Sumatera secara umum, yang juga dipengaruhi oleh kenaikan ataupun shifting dari konsumsi BBM kepada BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Solar, dan juga mungkin adanya lagging dalam distribusi untuk merespons peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi tersebut ke lembaga penyalur” Kata Taufik.

Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa Stok BBM dan LPG pada tingkat nasional secara keseluruhan masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Persoalan yang terjadi, menurut Taufik, bukan pada ketersediaan stok di level nasional, melainkan pada kecepatan distribusi dari depo menuju SPBU yang tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan di lapangan.

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina Patra Niaga telah mengambil sejumlah langkah darurat. Di antaranya menambah armada mobil tangki, memperpanjang jam operasional SPBU, dan mempercepat alur penyaluran dari depo ke SPBU. Pertamina juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Di Kota Medan sendiri, Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto, memastikan stok BBM di wilayahnya mencukupi. Ia menyebut Pertamina tengah berbenah dari sisi internal, khususnya pada sistem penyaluran menggunakan armada mobil tangki. Selain itu, sopir dari pihak eksternal turut didatangkan untuk mendukung percepatan distribusi, serta jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam di Kota Medan ditambah.

Dari sisi pemerintah, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung,

meminta masyarakat untuk tidak panik. Ia menegaskan ketersediaan BBM di Indonesia saat ini

lebih dari cukup.

Stok aman, lebih dari cukup,” tegas Yuliot saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (16/07/2026).

Yuliot menambahkan, Kementerian ESDM telah menginstruksikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina untuk langsung mengecek kondisi di lapangan.

Saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas untuk melakukan pengecekan bersama PT Pertamina, apa permasalahan yang ada di lapangan,” ujar Yuliot.

Pemerintah juga menelusuri kemungkinan adanya hambatan distribusi dari terminal terpadu menuju SPBU, termasuk dari sisi transportasi. Tim telah diturunkan untuk menangani persoalan tersebut.

Kita akan selesaikan permasalahan ada antrean-antrean di SPBU di beberapa daerah” tambahnya.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *