JAKARTA — Eskalasi ketegangan antara dua lembaga penegak hukum raksasa di Indonesia benar-benar berada di titik nadir yang mencekam. Isu panas mengenai gebrakan tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang nekat mendatangi rumah dinas Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sukses mengguncang publik. Langkah proyustisia yang terbilang sangat berani ini langsung memicu respons super defensif di lapangan, hingga kawasan elit Kramat Pela, Jakarta Selatan, mendadak berubah layaknya zona sterilisasi militer.
Suasana menegangkan tersebut dilaporkan terjadi sejak Rabu malam. Rumah dinas sang pejabat teras Adhyaksa seketika dikepung kekhawatiran dan langsung dijaga ketat oleh barikade berlapis dari puluhan prajurit TNI berseragam lapangan lengkap dengan senjata laras panjang. Pemandangan tak biasa berupa moncong senjata yang bersiaga di sekeliling rumah Febrie Adriansyah ini seolah mengonfirmasi adanya benturan kekuatan dan sinyal bahaya yang luar biasa di balik layar penegakan hukum korupsi tanah air.
Drama penyerbuan senyap ke lingkaran utama Kejaksaan Agung ini disinyalir kuat merupakan buntut dari rilis kejutan pasca-penggeledahan berskala masif beberapa jam sebelumnya. Di hari yang sama, tim pemburu korupsi bentukan Polri bergerak membalikkan keadaan dengan menggeledah Kafe de’CLAN Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Kafe eksklusif yang santer diisukan memiliki keterkaitan erat dengan nama Febrie Adriansyah tersebut diobrak-abrik polisi hingga berhasil membongkar sebuah brankas raksasa setinggi dua meter yang disembunyikan secara cerdik di balik dinding panel kayu.Hasil dari pembongkaran brankas misterius di de’CLAN tersebut benar-benar membuat publik terbelalak. Polisi menyita tumpukan uang tunai dalam bentuk pecahan valuta asing berskala fantastis, mulai dari 3.130.000 dolar Singapura hingga ratusan ribu dolar Amerika Serikat, yang jika dikonversikan nilainya menembus angka fantastis hampir Rp60 miliar.

Penemuan harta karun tersembunyi inilah yang diduga menjadi hulu ledak utama bagi kepolisian untuk segera memburu keterkaitan fisik ke rumah dinas Jampidsus guna mencari barang bukti tambahan. Operasi senyap yang sangat agresif ini menargetkan penyelesaian kluster mega korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait karut-marut pasokan batu bara pembangkit listrik (PLTU) yang sempat memicu pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp5 triliun.
Meski atmosfer antar-instansi memanas akibat adanya penjagaan ketat bersenjata oleh TNI, pihak Mabes Polri menegaskan akan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menuntaskan penyidikan ini secara profesional tanpa pandang bulu sesuai instruksi tegas presiden.
t












