GeloraNews, 14 Oktober 2026 — Konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali memasuki fase eskalasi serius. Dalam beberapa hari terakhir, serangan rudal dan drone Houthi menyasar sejumlah fasilitas penting di Arab Saudi, termasuk bandara dan infrastruktur energi. Arab Saudi kemudian meningkatkan serangan udara terhadap wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Eskalasi terbaru terjadi setelah serangkaian serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi. Salah satu serangan paling mematikan menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 10 Oktober 2026. Otoritas Saudi melaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam serangan tersebut.
Serangan kemudian berlanjut. Pada 12 Oktober 2026, sebuah gedung administratif di kompleks Saudi Aramco di Dhahran dilaporkan terkena serangan rudal. Kebakaran sempat terjadi di bagian atas gedung, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Serangan tersebut dikaitkan dengan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Arab Saudi merespons dengan meningkatkan operasi militer di Yaman. Pada 13 Oktober 2026, serangan udara dilaporkan menyasar sejumlah lokasi yang dikuasai Houthi di sekitar Sanaa, termasuk fasilitas penyimpanan minyak. Pihak Houthi kemudian menyatakan akan memberikan balasan terhadap serangan Saudi.
Situasi tersebut membuat konflik yang sebelumnya berpusat di Yaman semakin meluas ke wilayah Arab Saudi. Bandara, fasilitas energi dan infrastruktur strategis menjadi titik yang ikut terdampak. Riyadh bahkan sempat menutup operasional Bandara Internasional King Khalid setelah serangan rudal dan drone.
Di sisi lain, kondisi kemanusiaan di Yaman juga semakin mengkhawatirkan. Kota Taiz menjadi salah satu wilayah yang mengalami peningkatan pertempuran. Pembatasan akses pasokan membuat harga makanan dan air meningkat, sementara puluhan ribu warga dilaporkan meninggalkan wilayah tersebut akibat memburuknya keamanan.
Konflik ini juga berkaitan dengan dinamika regional yang lebih luas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran ikut memperbesar risiko meluasnya perang di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi sebelumnya kembali meningkatkan keterlibatannya dalam konflik Yaman dengan mendukung pemerintahan Yaman dalam menghadapi Houthi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 13 Oktober 2026 turut menyoroti serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Trump menuding kelompok tersebut berupaya meningkatkan tekanan terhadap pasar energi melalui serangan terhadap infrastruktur Saudi.
Sementara itu, upaya diplomasi juga masih terbuka. Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Menteri Luar Negeri Iran dilaporkan melakukan pembicaraan mengenai meningkatnya ketegangan kawasan dan kemungkinan upaya menurunkan eskalasi.
Dengan kondisi hingga 14 Oktober 2026, konflik Yaman-Saudi Arabia masih berlangsung dan situasinya sangat dinamis. Serangan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penting meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga serta stabilitas kawasan. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah Arab Saudi dan Houthi memilih meningkatkan operasi militer atau kembali membuka jalur perundingan.
GeloraNews
