Langkah tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat setelah kalah dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit itu ditutup dengan kemenangan Paraguay 4-3 dalam adu penalti, sekaligus memastikan Die Mannschaft angkat koper dari turnamen.
Hasil tersebut kembali memperpanjang penantian Jerman untuk merebut gelar juara dunia kelima. Sejak menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil, negara empat kali juara dunia itu belum lagi mampu kembali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola internasional.
Piala Dunia 2026 sempat menghadirkan optimisme baru bagi publik sepak bola Jerman. Setelah dua kali tersingkir pada fase grup di edisi 2018 dan 2022, Jerman akhirnya mampu menembus babak gugur untuk pertama kalinya dalam 12 tahun. Mereka lolos sebagai juara Grup E setelah meraih dua kemenangan dan satu kekalahan pada fase grup.
Namun, harapan tersebut tidak berlanjut. Menghadapi Paraguay di babak 32 besar, Jerman lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, tetapi kesulitan memanfaatkan peluang. Paraguay sempat unggul lebih dahulu sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan pada babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu dan pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti, yang dimenangkan Paraguay dengan skor 4-3.
Kegagalan ini menjadi lanjutan dari periode yang belum sepenuhnya mengembalikan dominasi Jerman di pentas dunia. Sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan empat gelar juara (1954, 1974, 1990, dan 2014), Jerman selama puluhan tahun dikenal sebagai tim yang konsisten bersaing hingga fase akhir turnamen.
Meski demikian, dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir, perjalanan Jerman belum kembali menyamai pencapaian masa kejayaannya. Setelah dua kali gagal melewati fase grup pada 2018 dan 2022, langkah mereka pada edisi 2026 kembali berakhir sebelum mencapai babak 16 besar.
Bagi para pendukung Die Mannschaft, hasil di Piala Dunia 2026 kembali menunda harapan untuk melihat Jerman mengangkat trofi dunia. Meski sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan lolos dari fase grup, langkah mereka kembali terhenti lebih cepat dari yang diharapkan, sehingga penantian menuju gelar juara dunia kelima masih harus berlanjut.












