Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melakukan perubahan dalam skema pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terkini, BGN bakal menerapkan sistem klasifikasi untuk dapur-dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari materi sosialisasi mbg.jfif, kebijakan ini akan membagi dapur MBG ke dalam tiga tingkatan, yakni Kelas A, Kelas B, dan Kelas C, sehingga besaran insentif yang diterima oleh setiap pengelola dapur tidak lagi dipukul rata.
Dalam sistem baru ini, klasifikasi dapur akan ditentukan berdasarkan beberapa indikator performa utama yang meliputi aspek kapasitas produksi untuk menilai jumlah porsi yang dihasilkan per hari, kualitas makanan dari segi gizi, rasa, dan keamanan pangan, hingga kebersihan dapur yang mencakup sanitasi, higiene, dan lingkungan dapur. Selain itu, penilaian juga menyasar manajemen operasional seperti SDM, administrasi, dan pengelolaan stok, serta ketepatan distribusi terkait waktu dan sasaran penerima.
Pihak BGN menegaskan bahwa sistem ini sengaja dirancang untuk menciptakan kompetisi yang sehat dan peningkatan kualitas layanan. Insentif yang diberikan akan disesuaikan dengan kelas dapur, di mana Kelas A yang berkapasitas besar dan berfasilitas lengkap akan mendapat insentif lebih besar, Kelas B mendapat insentif sedang, sedangkan Kelas C dengan kapasitas kecil dan fasilitas standar mendapat insentif yang lebih kecil.
Dalam keterangan resminya sebagaimana tertuang dalam mbg.jfif, Badan Gizi Nasional menyatakan bahwa kebijakan ini dibuat untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendorong setiap dapur MBG memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. Dapur dengan fasilitas lebih lengkap dan mampu melayani lebih banyak penerima manfaat berpotensi memperoleh insentif yang lebih besar. Pemerintah berharap, melalui penerapan klasifikasi ini, efektivitas penggunaan anggaran dapat lebih terjaga, sekaligus menjamin kualitas makanan yang disajikan kepada anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok penerima manfaat lainnya di seluruh Indonesia tetap prima.
Reporter: Redaksi GeloraNews Tanggal: 17 Juni 2026












