Home / berita populer / Otomotif / Pasar EV Eropa Meledak: Mobil Bensin Resmi Tergeser ke Posisi Ketiga

Pasar EV Eropa Meledak: Mobil Bensin Resmi Tergeser ke Posisi Ketiga

Permintaan kendaraan listrik berbasis baterai (battery-electric vehicle/BEV) di benua Eropa terus meroket tajam. Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Carscoops, kendaraan ramah lingkungan ini sukses menggeser dominasi mobil bermesin bensin murni ke posisi ketiga sebagai jenis penggerak yang paling diminati.

Saat ini, pasar EV tengah menempel ketat popularitas mobil hibrida (hybrid) konvensional yang masih memimpin di urutan pertama. Jika ditotal secara keseluruhan—termasuk Uni Eropa, Inggris, serta negara-negara EFTA (Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss)—registrasi mobil baru meningkat sebesar 3,6 persen menjadi 1,15 juta unit.

Peta Persaingan Mobil Listrik vs Bensin di Eropa

Lonjakan adopsi EV di Inggris dan negara-negara Nordik menjadi faktor penentu runtuhnya dominasi mobil konvensional. Berikut adalah rincian pergeseran pasar yang terjadi:

  • Pangsa Pasar Uni Eropa (UE): Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, UE mencatat ada sekitar 950.521 unit BEV baru (pangsa pasar 20%). Angka ini awalnya masih di bawah mobil bensin (22,4%) dan hibrida (37,8%).
  • Efek Pasar Inggris & EFTA: Ketika data Inggris dan EFTA ikut dihitung, pangsa pasar BEV sejak awal tahun (year-to-date/YTD) langsung terdongkrak naik menjadi 21,4%, menempel ketat mobil bensin (22,3%).
  • Puncak Dominasi EV: Puncaknya terjadi bulan lalu. Kombinasi pasar Uni Eropa, EFTA, dan Inggris mencatatkan pangsa pasar EV menyentuh 23,3%, resmi mengungguli mobil bensin murni yang tertahan di angka 21,7%.

Tren Penjualan BEV di Negara Utama:

  • Italia: Melonjak tajam 75,7%
  • Prancis: Naik 55,4%
  • Jerman: Tumbuh 40,9%

Tesla Masih Rajai Pasar, Mobil Konvensional Terjun Bebas

Raksasa EV asal Amerika Serikat, Tesla, memegang peranan besar dalam tren positif ini. Angka penjualan mereka melonjak hampir dua kali lipat melalui dua model andalannya:

  1. Tesla Model Y: Kembali dinobatkan sebagai EV terlaris dengan penjualan 17.183 unit (naik 68%).
  2. Tesla Model 3: Mencatatkan pertumbuhan fantastis hingga 198% dengan total penjualan 9.566 unit.

Nasib Mobil Konvensional di Eropa:

  • Mobil Bensin: Permintaan merosot tajam hingga 18,2%. Penurunan paling drastis terjadi di Prancis (-36,8%), Spanyol (-20,3%), dan Jerman (-18,5%).
  • Mobil Diesel: Registrasi melorot 16,6%, membuat mesin diesel kini hanya menyisakan pangsa pasar minoritas sebesar 7,6% di Uni Eropa

Gempuran Merek Tiongkok Kian Tak Terbendung

Menariknya, lonjakan pasar EV ini tidak lepas dari agresivitas pabrikan otomotif asal Tiongkok. Merek-merek Negeri Tirai Bambu tersebut sukses mencatatkan penjualan hingga 121.030 unit di Eropa (melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu) sekaligus mengamankan pangsa pasar sebesar 10,7% untuk pertama kalinya.

Berikut data pertumbuhan raksasa otomotif Tiongkok di Eropa (Januari–Mei):

Pabrikan OtomotifJumlah PenjualanTren Pertumbuhan
Geely Group176.676 unitNaik 6,5%
SAIC Motor (MG)141.490 unitNaik 11,6%
BYD135.307 unitNaik 145,2%
Chery Group122.843 unitNaik 316%
LeapmotorData RahasiaNaik 552,9%

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *