BATU – Genangan air kembali membanjiri sejumlah lapak di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Minggu (25/10). Baru sehari diguyur hujan, air sudah masuk ke area dalam pasar. Berulangnya kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas perbaikan fasilitas pasar yang telah dilakukan pemerintah.
Persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Sejak 2024, kebocoran dan genangan air terus menjadi masalah bagi pedagang. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur pasar belum sepenuhnya terselesaikan, meskipun perbaikan talang sebelumnya telah dilakukan.
Salah satu pedagang di lantai dua mengaku kerepotan karena harus menguras air yang masuk ke lapaknya setelah hujan. Ia menyayangkan kebocoran masih terjadi meskipun perbaikan telah dilakukan.
“Baru hujan sehari saja sudah bocor begini,” keluhnya.
Pedagang menduga kebocoran terjadi karena material atap seng terlalu tipis. Selain kondisi atap, saluran air juga menjadi perhatian karena genangan kembali muncul ketika hujan turun.
Berulangnya persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Batu dalam memastikan kelayakan fasilitas Pasar Induk Among Tani. Perbaikan yang belum menyelesaikan masalah menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penanganan kerusakan bangunan dan sistem drainase pasar.
Pasar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan seharusnya mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung, termasuk saat hujan turun. Namun, masuknya air ke area lapak justru membuat pedagang harus kembali menghadapi persoalan yang sama.
Pemerintah Kota Batu perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi atap, talang, dan saluran air, bukan sekadar memperbaiki bagian tertentu. Penanganan yang tidak menyentuh akar persoalan berisiko membuat kebocoran terus berulang setiap kali hujan turun.
Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, pedagang akan terus menanggung dampak buruk kondisi fasilitas pasar di tengah aktivitas mereka mencari nafkah. Evaluasi terhadap perbaikan sebelumnya menjadi penting agar persoalan yang telah berlangsung sejak 2024 tidak kembali terulang.
