Home / Berita Terkini / life style / Anak Muda Mulai Beralih ke Cashless, Uang Tunai Kian Jarang Dibawa

Anak Muda Mulai Beralih ke Cashless, Uang Tunai Kian Jarang Dibawa

Malang, 6 Juli 2026 – Membawa dompet yang penuh uang tunai kini bukan lagi menjadi kebiasaan sebagian anak muda di Kota Malang. Seiring berkembangnya layanan pembayaran digital, masyarakat mulai mengandalkan transaksi non-tunai atau cashless melalui QRIS, dompet digital, maupun aplikasi mobile banking untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Fenomena tersebut terlihat di berbagai pusat perbelanjaan, kedai kopi, restoran, minimarket, hingga pelaku usaha mikro. Tidak sedikit konsumen yang cukup membawa telepon genggam saat berbelanja atau membeli makanan. Proses pembayaran yang dinilai lebih cepat dan praktis membuat metode cashless semakin diminati, terutama oleh generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

Salah seorang mahasiswa di Kota Malang, Nabila Azzahra (21), mengaku sudah jarang membawa uang tunai saat beraktivitas. Menurutnya, hampir seluruh tempat yang ia kunjungi telah menyediakan pembayaran menggunakan QRIS sehingga transaksi menjadi lebih mudah.

“Sekarang saya paling cuma bawa uang tunai secukupnya buat jaga-jaga. Selebihnya lebih sering pakai QRIS atau mobile banking. Lebih praktis karena tidak perlu repot mencari uang pas atau menunggu uang kembalian,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, sebagian masyarakat masih memilih membawa uang tunai dalam jumlah tertentu sebagai cadangan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kendala teknis, seperti gangguan jaringan internet, aplikasi perbankan yang mengalami kendala, atau tempat usaha yang belum menyediakan fasilitas pembayaran non-tunai.

Menurut Neva (20), mahasiswa asal Kediri, penggunaan pembayaran digital memang memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, ia tetap menyimpan sejumlah uang tunai di dompet untuk kondisi darurat.

“Kalau sinyal lagi jelek atau sistem pembayaran sedang bermasalah, uang tunai tetap dibutuhkan. Jadi saya tetap membawa uang, meskipun jumlahnya tidak sebanyak dulu,” tuturnya.

Perubahan pola transaksi ini menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi sekadar menjadi alternatif, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudahan akses, kecepatan transaksi, serta beragam penawaran yang diberikan penyedia layanan membuat metode cashless semakin diterima dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS dan layanan pembayaran digital di berbagai sektor usaha, kebiasaan membawa uang tunai diperkirakan akan terus berkurang. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan layanan pembayaran digital secara bijak, menjaga keamanan akun, serta mengontrol pengeluaran agar kemudahan bertransaksi tidak mendorong perilaku konsumtif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *