Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026 – Menjaga kesehatan tulang sebaiknya dimulai sejak usia dini. Para ahli menilai masa kanak-kanak dan remaja merupakan periode penting dalam pembentukan massa tulang yang akan menjadi bekal kesehatan hingga memasuki usia lanjut.
International Osteoporosis Foundation (IOF) menyebutkan sekitar 90 persen massa tulang puncak terbentuk sebelum seseorang berusia 20 tahun. Karena itu, pemenuhan asupan gizi, aktivitas fisik yang cukup, serta paparan sinar matahari yang aman menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tulang yang optimal.
Chief Executive Officer International Osteoporosis Foundation, Dr. Philippe Halbout, mengatakan investasi terhadap kesehatan tulang sejak usia muda akan memberikan manfaat jangka panjang.
“Membangun tulang yang kuat sejak dini adalah investasi untuk kesehatan di masa depan,” ujar Philippe Halbout dalam kampanye edukasi International Osteoporosis Foundation.
Selain konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, anak-anak juga dianjurkan rutin melakukan aktivitas fisik yang memberikan beban pada tulang, seperti berlari, melompat, bermain bola, atau bersepeda. Aktivitas tersebut dinilai dapat merangsang pembentukan massa tulang sehingga menjadi lebih kuat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendorong anak dan remaja untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi rata-rata sedikitnya 60 menit setiap hari. Kebiasaan tersebut tidak hanya mendukung kesehatan tulang, tetapi juga membantu pertumbuhan otot, menjaga berat badan ideal, serta menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular di kemudian hari.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan pentingnya pola makan bergizi seimbang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tulang. Susu, ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta produk olahan susu menjadi beberapa sumber kalsium dan vitamin D yang dapat mendukung pertumbuhan tulang anak.
Dokter spesialis ortopedi juga mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, minuman bersoda secara berlebihan, serta kurang bergerak dapat berdampak pada kesehatan tulang apabila berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, peran keluarga dinilai penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak anak masih kecil.
Dengan menerapkan pola makan bergizi, rutin berolahraga, dan menjalani gaya hidup sehat sejak dini, risiko gangguan kesehatan tulang seperti osteoporosis pada usia lanjut dapat ditekan.
Penulis: GeloraNews











