Jakarta – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mencatatkan aktivitas vulkanik tinggi dengan mengalami erupsi sebanyak 14 kali. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Suwarno, mengonfirmasi bahwa rentetan letusan terjadi sejak Jumat hingga Minggu malam. Pada Minggu malam, letusan ketiga tercatat terekam oleh instrumen seismograf.
“Visual letusan tidak teramati. Namun, berdasarkan catatan seismograf, letusan ketiga pada Minggu terjadi pukul 20.23 WIB,” kata Suwarno dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Sejak peningkatan aktivitas pada Jumat (4/9/2026), kolom abu vulkanik teramati berwarna hitam pekat bergerak ke arah barat dan barat laut. Ketinggian kolom abu tercatat mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 meter di atas permukaan laut.
Sebagai langkah antisipasi bahaya material vulkanik dan paparan debu, PVMBG mengimbau nelayan, wisatawan, dan masyarakat pesisir untuk tidak mendekati radius bahaya yang telah ditentukan.
“Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau maupun pengunjung tidak diperbolehkan mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” ujar Suwarno menegaskan.
Selain imbauan radius aman, warga yang bermukim di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang namun tetap menyiapkan masker guna mengantisipasi sebaran hujan abu.
