Malang- Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang mengandalkan kucuran dana bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp 87 miliar untuk optimalisasi Sumber Air Merjosari memicu sorotan publik.
Pemkot Malang dan Perumda Tugu Tirta dinilai lambat dalam mengelola potensi aset lokal, padahal krisis air bersih dan ketergantungan pada daerah tetangga sudah berlangsung bertahun-tahun.
Sikap lambat tersebut menuai kritik dari masyarakat lokal. Warga Kelurahan Merjosari, Wahyu Prasetyo (42), menilai pemerintah daerah baru sibuk melangkah setelah potensi masalah air berlarut-larut.
“Sumber air di Merjosari itu aset lama dan lokasinya di tengah kota, tapi kenapa baru sekarang mau diseriusi setelah dapat dana bantuan pusat? Padahal dari dulu warga sering mengeluhkan aliran air yang mati atau kecil. Harusnya pemkot tidak terus-terusan bergantung pada proyek APBN untuk kebutuhan dasar warga,” ujar Wahyu saat ditemui di kawasan Merjosari, Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa bantuan anggaran sebesar Rp 87 miliar dari Kementerian PU akan dimanfaatkan untuk mengoneksikan jaringan pipa dan membangun sarana penangkap air (broncapturing).
“Kami akan mengoptimalkan sumber-sumber air di sekitar Kelurahan Merjosari ini karena sudah menjadi aset Perumda Tugu Tirta. Saat ini memang belum terkoneksi dengan jaringan PDAM yang ada, padahal kami asumsikan nantinya bisa melayani sekitar 8.200 pelanggan,” kata Wahyu Hidayat seusai kegiatan World Cleanup Day (WCD) di Sumber Air Merjosari, Malang, Jumat (9/10/2026).
Wahyu menambahkan bahwa langkah percepatan penanganan infrastruktur air ini ditujukan guna menekan ketergantungan pasokan air minum Kota Malang dari wilayah tetangga.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, membeberkan bahwa Sumber Air Merjosari sebenarnya memilki potensi debit hingga 120 liter per detik (lps), namun pengelolaannya selama ini belum berjalan secara maksimal.
“Untuk pemanfaatan sumber air di Merjosari ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum maksimal. Karena itu, kami menginisiasi permohonan bantuan ke Kementerian PU. Insyaallah, November ini ada lelang dini,” jelas Priyo pada Jumat (9/10/2026).
Priyo menambahkan bahwa kucuran dana Rp 87 miliar tersebut rencananya akan dialokasikan untuk tiga titik krusial di Kota Malang, yakni optimalisasi Sumber Air Merjosari, Sumber Air Sumbersareh, serta perluasan jaringan pipa distribusi di kawasan Cemorokandang yang hingga kini belum terjangkau layanan air bersih PDAM.
