Malang — Layanan transportasi massal Trans Jatim mulai beroperasi di koridor Malang–Batu hari ini, memberikan alternatif angkutan umum yang lebih nyaman, terjangkau, dan terjadwal untuk warga Malang Raya. Sejak pagi, sejumlah penumpang sudah terlihat memadati beberapa titik pemberhentian, terutama di kawasan Landungsari, depan kampus, hingga arah pusat Kota Batu.
Armada bus mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB dengan ritme perjalanan yang lebih teratur dibanding angkutan konvensional. Banyak penumpang yang memanfaatkan layanan baru ini untuk bekerja, kuliah, maupun menuju kawasan wisata Batu. Selain lebih terjangkau, fasilitas bus juga dinilai lebih nyaman dengan AC, tempat duduk rapi, dan ruang khusus untuk penumpang prioritas.
Di sepanjang jalur Malang–Batu, beberapa titik sempat mengalami antrean karena masyarakat ingin mencoba moda transportasi baru ini. Meski demikian, kondisi tetap terkendali berkat pengaturan dari petugas Dinas Perhubungan.

Warga menyambut positif kehadiran Trans Jatim karena diharapkan mampu mengurai kemacetan, terutama di jam-jam sibuk dan akhir pekan. Selain itu, keberadaan halte resmi di beberapa titik mempermudah akses naik–turun penumpang sehingga perjalanan lebih tertib.
Operasional hari pertama ini juga menjadi ajang evaluasi awal bagi petugas untuk memastikan rute, waktu tempuh, dan kesiapan armada berjalan optimal. Pemerintah daerah berharap layanan ini bisa menjadi pilihan utama masyarakat agar penggunaan kendaraan pribadi dapat berkurang di masa mendatang.
Dengan beroperasinya Trans Jatim koridor Malang–Batu, konektivitas antarwilayah di Malang Raya diperkirakan akan semakin baik, sekaligus mendukung mobilitas harian warga maupun wisatawan.













