Home / Headline News / Tragedi Berdarah di Penginapan Malang: Perselisihan Aplikasi MiChat Berujung Maut

Tragedi Berdarah di Penginapan Malang: Perselisihan Aplikasi MiChat Berujung Maut

MALANG – Dunia maya kembali memicu tragedi berdarah di dunia nyata. Seorang pria ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar penginapan di kawasan Malang Raya pada Senin (29/12) dini hari. Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan setelah terlibat perselisihan yang bermula dari transaksi melalui aplikasi MiChat.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil olah TKP awal oleh pihak kepolisian, peristiwa bermula ketika korban berinisial AR (25) membuat janji temu dengan seorang wanita melalui fitur “People Nearby” di aplikasi MiChat. Namun, saat berada di lokasi kejadian, terjadi cekcok mulut antara korban dengan pelaku yang diduga merupakan orang dekat atau “penjaga” dari wanita tersebut.

Keributan yang awalnya hanya adu mulut meningkat menjadi kontak fisik. Pelaku diduga menggunakan senjata tajam yang menyebabkan korban mengalami luka fatal di bagian dada dan perut.

click here

Penyebab Utama: Ketidaksesuaian Harga

Kapolres setempat mengungkapkan bahwa motif sementara pembunuhan ini adalah kekecewaan dan rasa tertipu.

“Ada indikasi ketidaksesuaian antara kesepakatan di aplikasi dengan realita di lokasi, baik mengenai tarif maupun layanan. Hal ini memicu emosi pelaku hingga melakukan tindakan nekat,” ujar perwakilan kepolisian dalam rilis singkatnya.

Langkah Kepolisian

Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya:

  • Satu unit smartphone milik korban yang berisi riwayat percakapan MiChat.
  • Pakaian korban yang bersimbah darah.
  • Rekaman CCTV di sekitar koridor penginapan.

Polisi saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah dikantongi melalui rekaman kamera pengawas dan keterangan saksi kunci.


Himbauan Keamanan

Pihak berwajib terus menghimbau masyarakat Malang agar lebih bijak dan waspada dalam menggunakan aplikasi media sosial. Fenomena kriminalitas yang bermula dari aplikasi kencan atau pesan singkat seperti MiChat telah menjadi perhatian serius karena seringkali melibatkan sindikat penipuan dan kekerasan fisik.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *