Home / Headline News / Sempat Terpuruk dan Viral, Khairunnisa Akhirnya Dapat Pendidikan Pramugari Gratis

Sempat Terpuruk dan Viral, Khairunnisa Akhirnya Dapat Pendidikan Pramugari Gratis

Jakarta — Khairunnisa sempat berada di titik terendah hidupnya. Perempuan asal Palembang itu harus menelan rasa malu, penyesalan, dan tekanan batin setelah kisah masa lalunya viral dan menyita perhatian publik. Namun kini, setelah masa-masa gelap tersebut, harapan baru akhirnya datang menghampiri.

Niat Khairunnisa kala itu sesungguhnya sederhana: membuat orang tuanya bangga. Di balik langkah keliru yang ia ambil, tersimpan mimpi besar untuk menjadi pramugari, meski terbentur keterbatasan ekonomi dan kesempatan. Saat kenyataan terungkap, Nisa tak hanya meminta maaf, tetapi juga memilih diam dan menarik diri dari sorotan.

Hari-hari berat ia lalui dalam sunyi. Trauma dan rasa bersalah menjadi beban yang harus ditanggung sendiri. Namun di tengah keterpurukan itu, uluran tangan datang dari Aeronef Indonesia.

Melalui akun media sosial resminya, Aeronef secara terbuka menyampaikan panggilan kepada Khairunnisa dan menawarkan pendidikan pramugari secara gratis, tanpa pungutan biaya. Tawaran tersebut disertai pesan dukungan agar Nisa tak membiarkan masa lalu menghambat masa depannya.

“Kami tahu perjuanganmu tidak mudah. Kegagalan kemarin adalah pelajaran, bukan akhir dari segalanya,” tulis Aeronef.
Aeronef menyatakan siap membekali Khairunnisa dengan pelatihan profesional, sertifikasi resmi, serta pembinaan mental agar siap menghadapi seleksi dunia penerbangan secara nyata dan bermartabat. Langkah ini pun mendapat respons positif dari warganet yang membanjiri kolom komentar dengan doa dan dukungan.

Bagi Khairunnisa, kesempatan ini terasa seperti jawaban atas doa yang selama ini hanya terucap dalam hati. Mimpi mengenakan seragam pramugari kini terbuka kembali—bukan sebagai simbol kepura-puraan, melainkan sebagai hasil dari kejujuran dan keberanian untuk bangkit.

Kini, Khairunnisa bersiap menata ulang hidupnya. Dari keterpurukan dan stigma, ia belajar berdiri kembali. Harapan yang sempat padam, kini menyala lagi.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *