Home / Berita Terkini / Rencana Pembongkaran Tembok Griya Shanta Terhalang Penolakan Warga

Rencana Pembongkaran Tembok Griya Shanta Terhalang Penolakan Warga

Kota Malang – Rencana Pemerintah Kota Malang untuk membongkar tembok pembatas di kawasan Perumahan Griya Shanta, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, terhambat akibat adanya penolakan dari sebagian warga perumahan.

Tembok yang berdiri di sisi selatan kawasan tersebut sejak lama menjadi perbatasan antara lingkungan Griya Shanta dan permukiman warga di sekitarnya. Pemerintah berencana membongkar sebagian tembok itu untuk membuka akses jalan baru yang dinilai dapat memperlancar mobilitas warga dan mengurai kemacetan di sekitar Jalan Soekarno-Hatta.

Namun, rencana tersebut menuai keberatan dari sejumlah warga perumahan. Mereka menilai pembongkaran tembok akan mengganggu keamanan lingkungan dan mengurangi kenyamanan warga yang selama ini merasa lebih tenang dengan adanya pembatas tersebut.

“Kami bukan menolak pembangunan, tapi pembongkaran tembok harus disertai jaminan keamanan. Jalan yang dibuka nanti bisa menimbulkan lalu lintas padat dan membuat lingkungan tidak lagi kondusif,” ujar salah satu warga Griya Shanta, Jumat (7/11).

Sementara itu, pihak Pemkot Malang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menyatakan pembongkaran tembok masih dalam tahap kajian. Pemerintah akan melakukan mediasi dengan warga untuk mencari solusi terbaik.

“Kami memahami kekhawatiran warga. Namun, pembukaan akses ini juga memiliki nilai strategis bagi konektivitas kota. Semua langkah akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan sosial,” kata Kepala Disperkim Kota Malang.

Hingga kini, belum ada kesepakatan antara pemerintah dan warga terkait waktu pelaksanaan pembongkaran. Rencana ini masih menunggu hasil pertemuan lanjutan antara Pemkot, pengembang, dan perwakilan warga Griya Shanta.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *