Home / Berita Terkini / MAHASISWA UMM DAMPINGI UMKM KREMESAN DI MALANG UNTUK PENGURUSAN SPP-IRT, BANTU PERKUAT LEGALITAS PRODUK PANGAN RUMAHAN

MAHASISWA UMM DAMPINGI UMKM KREMESAN DI MALANG UNTUK PENGURUSAN SPP-IRT, BANTU PERKUAT LEGALITAS PRODUK PANGAN RUMAHAN

Malang, Jawa Timur — Upaya meningkatkan legalitas dan standar keamanan pangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terlibat aktif dalam program pendampingan UMKM untuk mengurus Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), khususnya pada usaha Kremesan Bu Icha yang berlokasi di Jl. Griyashanta Blok H320, Malang.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Marita Arrauf Prasetyo, Naufal Ramdhan, Ahmad Fahri Setiaji, Candra, dan Muhammad Reztaka. Mereka melakukan serangkaian kegiatan mulai dari penyusunan administrasi, pemahaman prosedur melalui sistem OSS, pengecekan fasilitas produksi, hingga membantu perbaikan label dan pengemasan sesuai ketentuan keamanan pangan.

Proses Produksi Kremesan Bu Icha

UMKM yang digeluti Bu Icha dikenal dengan produk kremesannya yang renyah, gurih, dan memiliki ciri khas bumbu rempah. Setiap hari, Bu Icha memproduksi kremesan secara rumahan dengan tetap mempertahankan teknik tradisional.

“Kremesan ini saya buat dari bahan-bahan sederhana, seperti tepung tapioka, telur, bawang putih, dan bumbu rempah pilihan. Prosesnya memang harus teliti, terutama saat menggoreng agar teksturnya bisa renyah dan tidak berminyak. Saya selalu menjaga kualitas karena banyak pelanggan yang suka rasanya yang khas” ujar Bu Icha saat ditemui di lokasi produksi.

Dalam proses produksinya, Bu Icha juga memperhatikan kebersihan ruang kerja, pemilihan bahan baku segar, serta proses pengemasan yang dilakukan dengan alat sederhana namun higienis. Meski begitu, ia mengakui bahwa pengurusan izin seperti SPP-IRT menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM.

“Saya ini hanya pelaku usaha rumahan, jadi untuk urusan perizinan kadang bingung. Beruntung ada adik-adik mahasiswa UMM yang membantu. Mereka menjelaskan semuanya dengan sabar dan sangat membantu dalam menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan,” tambahnya.

Peran Mahasiswa UMM dalam Pendampingan

Para mahasiswa UMM melakukan pendampingan intensif selama beberapa hari dengan fokus pada:

  1. Penyusunan berkas identitas usaha
  2. Pembuatan rancangan label sesuai regulasi
  3. Pendataan alat produksi dan denah lokasi
  4. Pendampingan pendaftaran melalui OSS
  5. Edukasi standar higiene dan sanitasi pangan
  6. Verifikasi sarana produksi sesuai pedoman SPP-IRT

Salah satu anggota tim, Marita Arrauf Prasetyo, menyampaikan bahwa pendampingan ini bukan hanya tugas akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap masyarakat.

“Kami melihat bahwa banyak UMKM yang memiliki produk berkualitas, tetapi belum memiliki legalitas yang memadai. Dengan membantu pengurusan SPP-IRT, kami berharap usaha Bu Icha bisa semakin berkembang dan produknya dapat dipasarkan lebih luas. Selama pendampingan, Bu Icha juga sangat kooperatif dan terbuka terhadap masukan, sehingga prosesnya berjalan lancar,” jelas Marita.

Mahasiswa lainnya, Naufal Ramdhan, juga menambahkan bahwa legalitas seperti SPP-IRT sangat penting untuk meningkatkan daya saing UMKM. “Dengan adanya SPP-IRT, produk kremesan Bu Icha akan lebih dipercaya oleh konsumen dan bisa masuk ke berbagai toko modern. Ini langkah awal yang sangat penting,” katanya.

Kolaborasi Kampus dan UMKM, Dorong Kemandirian Pelaku Usaha

Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi positif antara perguruan tinggi dan pelaku usaha kecil dalam meningkatkan kualitas serta keamanan produk pangan lokal. Legalitas melalui SPP-IRT tidak hanya membantu usaha rumahan lebih profesional, tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar.

Bu Icha berharap ke depannya usahanya dapat terus berkembang. “Saya ingin kremesan ini bisa dikenal lebih banyak orang. Dengan bantuan mahasiswa UMM, saya merasa lebih percaya diri untuk memasarkan produk saya lebih jauh lagi,” pungkasnya.

Program seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi model pendampingan UMKM di berbagai wilayah, sehingga semakin banyak pelaku usaha rumahan yang mampu naik kelas dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *