MALANG – Kawasan wisata sejarah kebanggaan Kota Malang, Kayutangan Heritage, kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena prestasinya, melainkan kabar mengejutkan mengenai hilangnya salah satu kursi besi ikonik yang biasa berjajar di sepanjang trotoar Jalan Jenderal Basuki Rahmat.
Hilangnya fasilitas umum ini pertama kali disadari oleh warga dan komunitas lokal yang kerap melintas di area tersebut pada pagi hari tadi. Kursi berbahan besi tempa dengan desain klasik tersebut diduga dicopot paksa dari baut penyangganya pada malam hari saat kondisi jalan mulai sepi.
Kronologi dan Dampak
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV yang tersebar di beberapa titik strategis. Berikut adalah beberapa poin utama terkait kejadian tersebut:
- Lokasi Kejadian: Area trotoar sisi barat, tidak jauh dari persimpangan utama.
- Kondisi Fisik: Kursi tersebut dipasang permanen dengan baut tanam ke beton trotoar. Hilangnya kursi menyisakan bekas lubang baut yang cukup dalam.
- Fungsi Sosial: Fasilitas ini merupakan spot favorit wisatawan untuk berfoto dan beristirahat sambil menikmati suasana kolonial Malang.
Kekecewaan Masyarakat
Sejumlah warga menyayangkan tindakan vandalisme atau pencurian ini. “Sangat disayangkan, padahal kursi-kursi itu yang bikin suasana Kayutangan terasa estetik dan nyaman. Kalau hilang satu, keindahannya jadi berkurang,” ujar salah satu pengunjung setia Kayutangan.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang diharapkan segera melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif di balik hilangnya fasilitas publik ini.
Catatan Penulis: Kasus kehilangan fasilitas publik di area terbuka hijau sering kali terjadi karena kurangnya pengawasan di jam-jam rawan. Masyarakat dihimbau untuk turut menjaga dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di area fasilitas umum.











