JAKARTA – Nama Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!) mendadak viral dan menjadi sorotan nasional dalam beberapa pekan terakhir. Inovasi bahan bakar nabati (biofuel) yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula ini diklaim memiliki angka oktan (RON) yang sangat tinggi, mendekati RON 98 (setara Pertamax Turbo), dan yang paling menarik, dibuat dari limbah jerami padi.
Berikut adalah kondisi terkini dan perkembangan utama terkait bahan bakar Bobibos:
🔬 Klaim dan Keunggulan Utama Bobibos
Bobibos dikembangkan sebagai upaya pemanfaatan limbah pertanian (jerami) menjadi energi terbarukan melalui proses biokimia yang kompleks.
| Aspek | Klaim Utama |
| Bahan Baku | Limbah jerami padi dan biomassa pertanian. |
| Nilai Oktan | Diklaim mencapai RON 98 atau setara dengan bahan bakar kualitas premium. |
| Ramah Lingkungan | Diklaim menghasilkan emisi yang sangat rendah atau nyaris nol. |
| Potensi Produksi | 1 hektare sawah disebut mampu menghasilkan sekitar 3.000 liter bahan bakar Bobibos. |
| Harga | Ditargetkan dapat dijual dengan harga yang lebih ekonomis dibandingkan RON 98 konvensional. |
Kehadiran Bobibos dipandang memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi petani melalui pemanfaatan limbah jerami.
📝 Status Terkini: Menunggu Sertifikasi dan Izin Resmi
Meskipun menarik perhatian publik dan telah diuji coba pada berbagai jenis kendaraan (bensin dan diesel) dengan hasil yang diklaim memuaskan, Bobibos saat ini BELUM memiliki izin edar resmi untuk dipasarkan secara massal.
- Pernyataan ESDM: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Migas telah memastikan bahwa produk Bobibos masih dalam tahap uji laboratorium dan belum mendapatkan sertifikasi. Untuk menjadi bahan bakar resmi, produk ini harus melalui serangkaian tahapan evaluasi dan uji coba yang ketat oleh lembaga terkait seperti LEMIGAS.
- Kolaborasi Regional: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilaporkan telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak Bobibos dan berencana memulai produksi skala kecil pada pekan depan di wilayahnya. Langkah ini bertujuan untuk menguji produk di lapangan dan meringankan beban masyarakat sekitar.
- Target Produksi Massal: Pihak Bobibos, PT Inti Sinergi Formula, menargetkan dapat memulai produksi massal pada tahun 2026, namun hal ini sangat bergantung pada kecepatan proses sertifikasi dan regulasi dari pemerintah pusat.
Kesimpulan: Bobibos merupakan inovasi energi yang sangat menjanjikan, tetapi saat ini masih berada di fase validasi teknis dan legalitas sebelum dapat tersedia di pasaran untuk digunakan masyarakat luas.












