JAKARTA — Kepolisian Metro Jaya berhasil mengungkap salah satu dalang utama dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, IP, lewat penangkapan Dwi Hartono (DH). Dwi terciduk sebagai aktor intelektual di balik aksi keji tersebut.
Penangkapan Dwi Hartono dilakukan bersama tiga tersangka lainnya YJ, AA, serta C. Ketiganya ditangkap di Solo, Jawa Tengah, sementara satu pelaku tambahan ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Latar belakang penangkapan ini berawal saat empat orang pelaku penculikan ditangkap terlebih dahulu—langsung dengan penelusuran polisi terhadap sosok yang diduga menyuruh aksi pembunuhan. Kombes Ade Ary Syam Indradi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa Dwi Hartono memang merupakan otak intelektual di balik insiden tragis tersebut.
Dwi Hartono tidak hanya dikenal sebagai tokoh kontroversial, melainkan juga sebagai motivator dan influencer melalui akun Instagram-nya, @klanhartono, dan YouTube “Klan Hartono”. Ia terlihat kerap mengunggah gaya hidup mewah dan berbagi konten bisnis.
Selain itu, Dwi dikenal memiliki perusahaan bimbingan belajar dan yayasan sosial—Hartono Foundation—yang membagikan beasiswa, termasuk untuk korban kekerasan seksual. Ia termasuk dermawan asal Rimbo Bujang, Jambi, yang kerap membantu pelajar dan membangun fasilitas pendidikan.
Hasil penyidikan mengarah pada motif pribadi. Dwi Hartono dilaporkan sakit hati karena pengajuan kredit fiktif sebesar Rp 13 miliar ditolak oleh korban, IP. Penolakan ini diduga menjadi pemicu awal rencana penculikan yang berujung pada pembunuhan.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, total 15 orang sudah ditangkap dalam pengembangan kasus ini, mencakup pelaku lapangan dan aktor intelektual. Penyelidikan sedang diperdalam untuk memetakan peran setiap tersangka.
Direktur Utama BRI, Hery Gunadi, menyatakan keprihatinannya dan memastikan bahwa pihak bank mendalami kasus tersebut.












