MALANG – Kawasan jalan protokol di Kota Malang mendadak berubah menjadi lautan jaket hijau pada Senin siang. Ratusan driver ojek online (ojol) melakukan aksi solidaritas dengan mendatangi seorang oknum juru parkir (jukir) yang diduga melakukan tindakan kasar dan intimidasi terhadap salah satu rekan mereka. Ketegangan bermula sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan ruko sekitar Jl. Jakarta, Kota Malang. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, kejadian diawali saat seorang driver ojol hendak menjemput pesanan pelanggan. Oknum jukir setempat tiba-tiba mendatangi sang driver dengan nada tinggi.
Perselisihan diduga dipicu oleh masalah retribusi parkir. Oknum jukir tersebut memaksa driver ojol membayar parkir meski sang driver hanya berhenti sebentar (dropping) dan tidak meninggalkan kendaraan. Tak hanya membentak, oknum jukir tersebut dilaporkan sempat melontarkan kata-kata tantangan yang memicu keributan. Merasa terintimidasi, sang driver mengirimkan pesan suara ke grup komunitas ojol Malang Raya. Dalam hitungan menit, gelombang driver ojol dari berbagai arah mulai berdatangan dan mengepung titik keberadaan jukir tersebut.

Kami hanya ingin klarifikasi dan menuntut permintaan maaf. Rekan kami bekerja mencari nafkah, jangan diperlakukan dengan kasar apalagi diancam,” ujar salah satu koordinator lapangan ojol di lokasi. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat banyaknya kendaraan ojol yang parkir di bahu jalan. Personel dari Polresta Malang Kota segera tiba di lokasi untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri.
Pihak kepolisian kemudian mengamankan oknum jukir tersebut untuk dibawa ke pos pengamanan terdekat guna menjalani mediasi. Dalam proses mediasi yang berlangsung cukup alot, oknum jukir tersebut akhirnya mengakui kekhilafannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan perwakilan driver ojol.
Pihak berwajib menghimbau kepada seluruh juru parkir di Kota Malang untuk tetap mengedepankan etika dan mematuhi Peraturan Daerah (Perda) mengenai tarif parkir. Di sisi lain, para driver ojol juga diminta untuk tetap tenang dan menyerahkan setiap permasalahan hukum kepada pihak yang berwajib agar tidak mengganggu ketertiban umum.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian sudah kembali kondusif dan para driver ojol telah membubarkan diri secara tertib.












