Lumajang – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan hari ini, memicu kewaspadaan di wilayah Kabupaten Lumajang dan sebagian Malang Selatan yang berada di jalur potensi sebaran abu dan aliran lahar.
Sejak pagi, asap tebal berwarna abu gelap tampak membumbung dari puncak gunung. Suara gemuruh terdengar beberapa kali hingga permukiman di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, wilayah yang paling dekat dengan lereng Semeru. Petugas pos pantau melaporkan adanya peningkatan getaran vulkanik dan guguran material dari kawah.
Di Lumajang, aparat gabungan bersama relawan mulai melakukan pemeriksaan ke desa-desa rawan untuk memastikan kondisi warga. Beberapa titik kumpul darurat disiapkan, khususnya di sepanjang jalur Besuk Kobokan yang menjadi lintasan awan panas saat erupsi besar terjadi. Warga kategori rentan—anak-anak, lansia, dan ibu hamil—sudah diarahkan untuk tetap berada di zona aman.
Sementara itu, di Malang, wilayah Ampelgading, Tirtoyudo, dan Dampit mulai terimbas sebaran abu halus yang terbawa angin. Pengendara di jalur penghubung Malang–Lumajang diminta lebih berhati-hati karena jarak pandang sesekali menurun akibat abu tipis yang terbawa ke jalan raya. Pemerintah Kabupaten Malang juga telah menyiagakan masker dan perlindungan dasar bagi masyarakat terdampak.
Aktivitas masyarakat di dua daerah itu masih berjalan, namun dengan kewaspadaan tinggi. Sebagian warga Lumajang mengaku sudah menyiapkan tas darurat dan dokumen penting untuk mengantisipasi evakuasi mendadak apabila aktivitas gunung meningkat.
Pemerintah daerah Malang dan Lumajang mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius rawan di sekitar puncak serta menjauhi aliran sungai yang berhulu di Semeru. Tim gabungan saat ini terus melakukan pemantauan intensif dan siap mengevakuasi warga kapan pun diperlukan.
Situasi terus berkembang, dan otoritas meminta masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.












