Kota Malang mengalami bencana banjir parah pada Kamis (4/12/2025) setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi selama kurang lebih satu hingga dua jam pada siang hingga sore hari. Banjir tidak hanya berupa genangan, namun di beberapa lokasi air mengalir deras layaknya arus sungai, menyebabkan kerugian materiil yang signifikan.
Titik-Titik Banjir Terparah dan Ketinggian Air
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, tercatat total 39 titik di tiga kecamatan utama mengalami dampak banjir. Ketinggian air bervariasi dan sempat mencapai level ekstrem di beberapa lokasi, terutama kawasan cekungan dan jalur luapan sungai.
| Kecamatan | Lokasi Titik Banjir Utama | Estimasi Ketinggian Air | Catatan Dampak |
| Blimbing | Jalan Letjen Sutoyo | 80 cm โ 150 cm (Setinggi Pinggang hingga Dada) | Arus sangat deras, kendaraan terseret, rumah terendam. |
| Jalan Kedawung 1 | Hingga 160 cm (Setinggi Dada Orang Dewasa) | Wilayah terdalam, air masuk ke rumah warga. | |
| Jalan Karya Barat | Air masuk ke pemukiman dan rumah warga. | ||
| Perempatan Jl. Laksda Adi Sucipto | Lumpuh total sekitar 30 menit. | ||
| Jalan A. Yani Utara | Ketinggian air signifikan, kemacetan parah. | ||
| Lowokwaru | Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) | 80 cm โ 150 cm | Akses utama lumpuh, kendaraan roda empat sulit melintas. |
| Kawasan Sigura-gura | Tergenang cukup tinggi, mengganggu aktivitas mahasiswa. | ||
| Jalan Purwodadi | Ketinggian air signifikan. | ||
| Sukun | Jalan Sidomulyo | Ketinggian air signifikan, luapan selokan/drainase. | |
| Lain-lain | Kawasan Purwantoro (perbatasan Lowokwaru) | Ketinggian bervariasi. | |
| Trotoar Jembatan Brantas | Dilaporkan ambrol, mengancam 22 rumah di sekitarnya. |
Kutipan BPBD: Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyatakan bahwa ketinggian air di jalan raya berkisar 80 sentimeter hingga mencapai 150 hingga 160 sentimeter di kawasan terdalam.
Kendaraan dan Dampak Terseret Arus
Banjir kali ini dikenal karena kecepatan dan derasnya arus air di jalan raya, khususnya di kawasan Lowokwaru dan Blimbing.

- Kendaraan Terseret: Sejumlah sepeda motor dilaporkan terseret arus banjir yang deras, terutama di Jalan Letjen Sutoyo. Beberapa video yang beredar menunjukkan pengendara motor yang kehilangan kendali dan terjatuh, dengan motornya langsung hanyut terbawa derasnya air.
- Kendaraan Mogok: Banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang mogok dan terpaksa dievakuasi, terutama di Jalan Soekarno-Hatta yang mengalami genangan tinggi.
- Warga Terjebak: Sejumlah warga di permukiman juga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena air masuk ke dalam rumah dengan cepat.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan relawan langsung diturunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga, mengatur lalu lintas, dan membersihkan sisa material banjir.












