Home / Headline News / 🚧 Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Malang: Dikebut dan Disorot

🚧 Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Malang: Dikebut dan Disorot

KOTA MALANG – Memasuki pertengahan November 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur. Fokus utama pembangunan saat ini adalah pada perbaikan jalan, peningkatan drainase untuk mitigasi banjir, serta persiapan proyek besar jangka panjang.

1. Proyek Pembangunan yang Sedang Berjalan

ProyekLokasi UtamaTarget Selesai
Pelebaran Jalan & DrainaseJalan KedungkandangNovember 2025 (Ditargetkan rampung)
Peningkatan DrainaseKawasan Soekarno-Hatta (Suhat)November 2025 (Dikebut tiga tim)
Revitalisasi Jalan UtamaKawasan Pasar GadangAwal 2026 (Setelah pasar sementara selesai)
Jembatan Darurat (Bailey)Jembatan Sonokembang20 November 2025 (Ditargetkan rampung)

2. Masalah dan Tantangan Utama

Tanggal Utama Sorotan: November 2025

Tantangan terbesar yang dihadapi Pemkot Malang saat ini terbagi menjadi dua aspek utama:

A. Masalah Lapangan (Hambatan Teknis dan Sosial)

  • Pengerjaan Drainase Suhat Dikeluhkan Warga: Proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) yang dikebut agar selesai November 2025 menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar, terutama becek, berlumpur saat hujan, dan penurunan omset usaha karena akses jalan yang terganggu.
  • Proyek di Kawasan Padat: Proyek-proyek seperti peningkatan saluran drainase di kawasan Janti Barat dan Jalan Ir. Rais berpotensi menghadapi kendala teknis dan sosial karena lokasinya berada di wilayah padat penduduk dan lalu lintas tinggi, yang menuntut koordinasi lintas instansi yang matang.

B. Masalah Kebijakan dan Anggaran (Tantangan Fiskal)

  • Efisiensi Anggaran: Wali Kota Malang menekankan pembangunan harus tetap berjalan di tengah tantangan fiskal (anggaran) yang dialami Pemkot, yang sempat mengakibatkan beberapa proyek jalan tertunda akibat efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
  • Fokus Layanan Dasar: DPRD Kota Malang menyoroti bahwa di tengah upaya efisiensi, pembangunan harus tetap memprioritaskan layanan dasar, terutama infrastruktur gorong-gorong dan jalan yang banyak diusulkan melalui program RT Berkelas (Rp50 Juta per RT) untuk realisasi tahun 2026.
Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *